Pandemi Covid-19 turut mengubah perilaku di semua sektor, termasuk pertanian. Pandemi membuat sentuhan digital kian cepat, termasuk peningkatan kualitas SDM pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyiasati hal ini dengan menggelar pelatihan digital.

Ditengah pandemi covid 19, tidak sedikit petani didaerah perbatasan entikong-malaysia kabupaten sanggau mengeluhkan sulitnya perekonomian yang pada akhirnya memaksa mereka untuk juga bekerja sebagai buruh perusahaan guna agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dan tidak dapat lagi fokus untuk menggarap lahan pertanian mereka, minimnya sarana prasarana, harga pupuk organik yang semakin tinggi ditambah lagi serangan hama yang tiada henti dan harga beli hasil pertanian pertanian mereka yang tidak sesuai dengan biaya perawatan tanaman, membuat banyak petani komudity lada dan hortikultura yang berada didaerah perbatasan entikong-malaysia mulai meninggalkan lahan yang telah bertahun-tahun digarapnya.

Menurut Dedi Nursyamsi, menghadapi era new normal, pelatihan tetap harus berjalan secara optimal.

“Pelatihan harus tetap produktif menghasilkan SDM pertanian yang profesional, berdaya saing dan berjiwa wirausaha tinggi. Bagaimana caranya? Tentu melalui metode yang berbeda untuk saat ini. Karena saat ini kita masih ada dalam pandemi Covid-19, metodenya melalui virtual,” tuturnya.

Pak Fabianus Safudin (42th), beliau salah satu anggota kelompok tani Tresent Terunas yang merupakan salah satu kelompok binaan READSI yang berada di Dusun Pengadang, Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Dengan memanfaatkan lahan perkarangan yang luasnya hanya ±100 M2 yang diatasnya ditanami sawi dan kangkung menggunakan cara tanam hidroponik dengan sistem Rakit Apung, Pak Fabianus Safudin bisa menghasilkan keuntungan bersih hingga 2,5 juta rupiah bahkan lebih dengan masa tanam hanya 15-25 hari untuk satu jenis tanaman saja.

Pengetahuan dengan cara tanam hidroponik sistem rakit apung didapatnya dari akses digital Platform Youtube. Dimana Kementrian Pertanian sedang Gencarnya mengadakan pelatihan online bertajuk “Bertani ON Cloud” melalui Platform  Zoom, Youtube dan Facebook di masa Pandemi. Serta dibantu oleh  PPL Desa Pengadang yang tidak henti mendampingi dan membimbingnya. Kegiatan usaha pertanian ini telah dijalaninya selama kurang lebih 2 Tahun, tepatnya dari januari 2019 hingga sekarang, tentunya dengan ketekunan, keseriusan dan tetap konsisten dengan dengan jenis komoditi yang ditanam.

“Berbagai hambatan atau kendala yang dihadapi dalam menjalankannya tutur,” Pak Fabianus Safudin.

Hal senada juga disampaikan oleh Fasilitator Desa Pengadang Yosep Jaef (43th) yang mengatakan bahwa tidak hanya pak Fabianus Safudin saja yang menanam dengan cara hidroponik sistem rakit apung di desa pengadang ini, ada beberapa petani lain yang juga menanam dengan cara yang yang sama namun gagal dan tidak melanjutkannya (24/02/2021).

Harapan kedepannya, Pak Fabianus ingin mengembangkan usaha pertaniannya dengan menggunakan sarana prasarana  yang lebih baik dan memadai sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih meningkat dan beliau juga ingin sekali berhasil bersama-sama dengan anggota kelompok tani lainnya dalam menjalankan usaha pertanian seperti yang dijalankannya saat ini.