Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengadakan “Evaluasi dan Rekonlisiasi Data Fisik dan Keuangan Pelaksanaan Program READSI” pada tanggal 18 – 20 Agustus 2021 secara online dan offline. Kegiatan  dibuka secara resmi oleh Kepala  BPPSDMP Prof  Dedi Nursyamsi pada 18 Agustus 2021.

Pada saat pembukaan melalui Virtual  Kepala  BPPSDMP Dedi Nursyamsi  memberi arahan “Pertanian tidak boleh berhenti apapun kondisinya apa lagi terlambat karena menyangkut dengan kehidupan  ratusan juta manusia di Indonesia”

Tahun 2020 kita melewati dengan pangan yang cukup meski ada ke khawatiran dari FAO indonesia akan mengalami kekeringan dan pandemic Covid-19. Kita juga harus  optimis  2021 pertanian harus aman,”Ungkapnya.

Oleh karena itu saya berharap kepada poktan, Gapoktan, Penyuluh, Petani Milenial dan seluruh insan pertanian bahu membahu dan tetap bekerja di sektor pertanian untuk mencukupi pangan nasional.”Ujar Dedy.

Seperti diketahui sektor pertanianlah yang menjadi pengaman bagi ekonomi nasional  di tengah pandemi Covid-19, dimana pada tahun 2020 satu satunya sektor yang berdiri kokoh PDB nya tumbuh positif di saat sektor yang lain nyungsep alias minus,” tambahnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah daerah untuk bisa menyusun perencanaan program pertanian yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Syahrul menegaskan kebijakan dan program pertanian harus terasa oleh rakyat dan bisa turut mengambil peran besar dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Program yang kita jalankan harus  didasarkan pada kepentingan rakyat. Dengan begitu, program kita bisa jadi kekuatan dalam memulihkan ekonomi daerah maupun nasional,” sebut Syahrul saat memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian.

Karena itu, Syahrul berharap semua jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dan pemerintah daerah bekerja sama untuk menjadikan pertanian sebagai penopang pembangunan.

Kepala pusat pelatihan Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc mengatakan  Dengan Evaluasi dan Rekonlisiasi tersebut, diharapkan akan meningkatkan kinerja pengelola pusat dan daerah serta akselerasi kegiatan di wilayah program untuk mensejahterakan petani di tengah pandemi Covid-19 melalui program READSI.

Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI) merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian yang mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani. READSI yang akan digelar tahun ini di provinsi gorontalo diharapkan mampu memperkuat kelembagaan petani.

Program READSI beroperasi di 6 Provinsi dan 18 kabupaten,  diantaranyaProvinsi  Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT dan Kalimantan Barat pada tahun 2019-2023 dengan sumber pembiayaan dari International Fund for Agriculture Development (IFAD) dalam bentuk Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN).

Pertemuan Koordinasi di ikuti oleh Pengelola Program READSI di seluruh wilayah yang di bagi menjadi 3 sesi. bertujuan untuk Menyamakan persepsi dan pemahaman mekanisme pelaksanaan kegiatan Program READSI sehingga pelaksanaan kegiatan tepat prosedur, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat manfaat, dan Menigkatkan pengetahuan, dalam management pelaksana Program READSI.