Kolaka Utara – Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READ-SI). Menteri Syahrul Yasin Limpo menyerukan seluruh stakeholder yang terlibat di pertanian harus menggenjot produksi untuk menjaga ketersediaan pangan namun harus tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 secara disiplin. Seruan Menteri Pertanian tersebut di dukung oleh salah satu kelompok binaan Program READSI komoditi padi sawah yaitu kelompok Samaturu Desa Latowu yang didampingi Adriana Buangin, S.P sebagai Fasilitator Desa (FD). Bersama Mario Pulana ketua poktan Sumaturu  terus berjuang untuk mengusahakan budidaya padi sawah untuk mempertahankan pangan terutama di desa Latowu Kabupaten Kolaka Utara.

Salah satu kendala yang dihadapi petani padi sawah Desa Latowu saat ini adalah adanya OPT Tikus, keluhan petani tersebut langsung dikoordinasikan FD kepada Penyuluh kemudian berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara dengan Bapak Ngatimo, S.P Selaku Manager Program READSI Kabupaten Kolaka Utara.

Dengan adanya koordinasi dengan pihak terkait diperoleh solusi pemberian “Rodentisida” untuk mengendalikan Hama Tikus. Para Petani padi sawah terkesan bahagia saat Penyuluh dan FD mengunjungi lahan persawahan mereka untuk membagikan bantuan berupa racun tikus/Rodentisida ucap Kristina Tiku La’bi. Penyuluh menjelaskan cara penggunaan Rodentisida dan menyarankan untuk melakukan aplikasi Rodentisida ke lahan secara serentak dan mencari lubang tikus yang aktif agar tikus tidak membuat sarang/lubang di  lahan.

Penyuluh dan FD memberikan motivasi kepada petani sebagai pejuang ketahanan pangan untuk terus semangat memelihara tanaman padi mereka, dan juga mengajak petani untuk terus waspada dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan menjaga jarak. Seperti himbauan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, yang mengingatkan pentingnya mengikuti Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “konsumsi makanan yang sehat yang terpenting patuh terhadap protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas, kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian di tengah pandemi Covid-19 saat ini”, ujar Bustanul.