Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kecamatan menjadi salah satu kekuatan negeri. Alasannya, kecamatan mengoordinasikan desa-desa yang ada di bawahnya. Konsepsi program pemerintah terlebih dahulu dimatangkan oleh camat.

“Semua kebijakan unit desa baru bisa naik ke atas menjadi program kalau dimatangkan oleh camat. Karenanya pemerintahan yang baik dimulai dari peningkatan peran Camat yang baik,” kata Mentan.

Pembangunan  pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian akan dimulai dari tingkatkan desa dan kecamatan. Sehingga untuk  mendukung hal tersebut, Kementan akan memaksimalkan peran BPP Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), juga dukungan dari Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk Infrastruktur, simpan pinjam, KUR lewat kelompok tani per komoditas. READSI juga memberikan dukungan saprodi hingga alsintan.

Selain itu, kecamatan memegang peran penting dan ditetapkan sebagai garda depan pelayanan untuk masyarakat sekaligus penggerak Kostratani dengan mengoptimalkan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Kepala badan BBPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa Pembangunan pertanian tidak dilakukan di Jakarta, tidak di ibu kota provinsi dan kabupaten, tapi di kecamatan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian membangun Kostratani yang menggerakkan pertanian di Kecamatan.

Mengikuti Arahan kepala Badan BPPSDMO Camat Batu Putih yang diwakli Seketaris Camat Bapak Muhardi beserta jajaran melaksanakan kunjungan silaturahmi dalam rangka menyerap aspirasi warga sekaligus memantau  pelaksanaan bimbingan lanjut di kebun Kakao dengan luas 1 Ha  dan ditanami  800 pohon milik anggota poktan kelompok READSI, Desa Latowu, kecamatan  Batu Putih, Kolaka Utara, Kamis (28/10).

Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di Kecamatan Batu Putih diawali dengan peninjauan kebun coklat milik anggota kelompok READSI bersama Kepala Desa Latowu sekaligus memberikan arahan serta monitoring kegiatan bimbingan lanjut Program READSI.

Dalam arahannya yang diwakili sekretaris Camat bahwa Bapak camat memesan kepada saya untuk menyampaikan kepada masysarakat yang termasuk di dalam kelompok binaan Program READSI ini  harus benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin. Bantuan ini bentuk perhatiannya pemerintah pusat melalui Kementrian pertanian untuk membantu teman-teman meningkatkan kualitas dan produktivitas kakao.  Tujauannya adalah Untuk mensejahterakan petani-petani kita,”ujar Muhardi.

Kepala Desa Latowu, Bapak Jukail juga menturkan bahwa banyak sekali kegiatan READSI yang bermanfaat bagi petani seperti pendampingan Fasilitator Desa, Sekolah lapang, bimbingan lanjut, FRD, saprodi, infrastruktur dan alsintan. Oleh karenanya harapan saya kita harus benar fokus dalam kegiatan ini agar kelihatan perubahan serta dampak dari program.

Sebagai bentuk dukungan Kecamatan dalam rangka pertumbuhan sektor pertanian terutama Kakao Di kecamatan Batu Putih, pemerintah kecamatan akan terus membantu petani coklat dalam bidang peningkatan produktivitas melalui  pelatihan-pelatihan pertanian serta medukung penuh program READSI.