JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan komitmen untuk tetap mengawal petani di bulan suci Ramadan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai masalah kebutuhan pangan di bulan Ramadan.

Sebab, katanya, kedua masalah utama mengenai pangan telah diawasi dan diatasi agar stok pangan tidak langka dan melambung tinggi semasa Ramadan.

“Kami menjamin betul stok pangan selama Ramadan, tak akan ada masalah sama sekali,” kata Mentan Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, akan mengerahkan penyuluh pertanian untuk mengamankan produksi saat Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk mengatasi masalah ketersediaan dan kestabilan harga pangan, Dedi menyebut Kementerian Pertanian telah menyiapkan agenda jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

“Agenda jangka pendek dilakukan demi menjawab masalah pangan yang biasa terjadi di bulan puasa,” katanya. Untuk menjawab masalah pangan di jangka menengah dan jangka panjang, Dedi menyebut Kementan akan mendorong produksi bahan baku lokal dengan program-program yang dibentuk untuk membantu petani dan kelancaran distribusi bahan baku.

“Kami tetap aktif mengawal petani selama bulan Ramadan melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI),” papar Dedi.

Dikatakannya, program READSI memiliki tujuan memberdayakan rumah tangga di pedesaan, baik secara individu maupun secara kelompok dengan mengeksplorasi keterampilan mereka.

Di sisi lain, program ini juga ditujuan untuk membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

Di bulan Ramadan, fasilitator desa dan penyuluh turun ke lapangan untuk mendorong petani untuk tetap beraktivitas dan memotivasi kelompok untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani.

“Puasa bukan menjadi penghalang bagi mereka. Sebaliknya, menjadi lebih semangat untuk terus bersilaturahmi dan berkegiatan men-support petani ke arah yang lebih maju dan berhasil,” katanya.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh Mustofa, Fasilitator Desa mayajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso yang sedang melakukan monitoring dan pendampingan kelompok pada saat pertemuan rutin KWT Sentosa dan Mekar Jaya.

Selain monitoring, Mustofa juga mengawal kelompok tani agar tetap solid dan terus bekerjasama melalui KUB, membantu kelompok membuat rekening bank, membuat RUA dan RUK, Proposal bantuan saprodi, proposal bantuan alsintan, melatih literasi keuangan bagi petani dan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut didapati sampai saat ini jumlah KSP KWT Sentosa sebesar Rp14.388.000 dengan iuran wajib setiap bulannya Rp125.000 dan kegiatan simpan pinjam kelompok Mekar jaya berjumlah Rp221.548.000. Pada kesempatan itu kelompok Mekar Jaya mengagendakan tutup buku tahun 2021.

Mustofa menuturkan bahwa dua kelompok ini sangat aktif dalam dalam kegiatan simpan pinjam dan usaha bersama. Oleh karena itu, tidak heran saldo kas dua kelompok ini sangat besar. “Kedua kelompok ini juga alumni program READSI,” ujarnya.