Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READ-SI) merupakan program dengan Tujuan pemberdayaan rumah tangga di pedesaan di lokasi Proyek, baik secara individu maupun secara kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan. Dalam rangka monitoring ke Kabupaten Pohuwato oleh Tim IFAD pada tanggal 20 Agustus 2019 yang dipimpin oleh Mr. Ifan dan Mr. Nicolas serta Tim dari Kementerian Pertanian (NPMO) dan Tim dari Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo (PPSU). Tim IFAD dan NPMO dijamu makan malam oleh Bupati Pohuwato Hi. Syarif Mbuinga, Ketua DPRD Nasir Giasi, Sekretaris Daerah Djoni Nento, S.IP,MM bersama seluruh OPD terkait di Hotel Marina Beach Resort (MBR). Sebelum mengunjungi lokasi Program READSI di Desa Balayo Kecamatan Patilanggio Tim IFAD dan NPMO melakukan pertemuan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Pertanian Ikbar AT. Salam, S.Pd, Sekretaris Dinas Faruk Sanad, S.Sos.MM, Kabid Penyuluhan I Made Dapros, SST, Pengelola Program READSI Tingkat Kabupaten, Kelompok Jabatan Fungsional dan seluruh Staf Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, setelah itu Tim IFAD dan NPMO mengunjungi Lokasi READSI yakni Desa Balayo Kecamatan Patilanggio. Tim IFAD dan NPMO banyak berdiskusi dengan para petani peserta Sekolah Lapang (SL) tentang program READSI kedepan. Kelompok yang dikunjungi ada 2 kelompok yaitu Kelompok Sekolah Lapang Komoditi Jagung dan Sekolah Lapang Pemanfaatan Pekarangan. Dari hasil diskusi dengan para petani Tim IFAD menggali sejauh mana manfaat dari program READSI kepada masyarakat tani dan kegiatan yang sudah dilaksanakan sejauh mana. Keleompok Sekolah Lapang Komoditi Jagung dan Pemanfaatan Pekarangan merasa atusias atas kedatangan Tim IFAD dan NPMO ke kelompok mereka dan sangat mengapresiasikan bantuan Dana buat masyarakat petani.

Para petani telah menyampaikan apa yang menjadi kendala dan hambatan para petani sehingga produksi dan produktifitas masing-masing komoditi tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Terutama kurangnya alat saprodi untuk pengolahan tanah dan ketersediaan pupuk di tingkat petani masih jauh dari kurang. Tim IFAD juga menyampaikan keterlibatan para ibu-ibu rumah tangga dalam bertani yang sangat diharapkan dalam program READSI ini. Program READSI ini mempunyai 3 sasaran yaitu peningkatan pengetahuan/penguatan kapasitas kelembagaan kelompok, peningkatan produksi produktifitas dan peningkatan pendapatan. Dari sisi peningkatan pendapatan, program READ tahun sebelumnya telah mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga sasaran program READ (40% rumah tangga memiliki rata-rata pendapatan yang berada diatas garis kemiskinan) dan 83 persen peningkatan pendapatan tersebut berasal dari hasil pertanian. Apabila dilihat dari sisi pemberdayaan perempuan, Proyek READ-SI dirancang sebagai peningkatan pemberdayaan gender dalam bidang pertanian.

Sumber: Cyber Extension Kementerian Pertanian

Penulis : Punguanta Pandeangan, STP.MSi
Penyuluh Pertanian Madya