Bone Bolango – Senin, 2 Oktober 2020 dilaksanakan kegiatan panen cabai rawit tahap ke-2 yang dilakukan oleh bapak Fendi Pakaya salah satu anggota kelompok Pondulo 1 Desa Pelita Hijau, Kecamatan Bone Pantai. Pada panen perdana hasil panen mencapai 3 Kg. Pada tahap ke-2 ini hasil panennya meningkat menjadi 14 Kg luas lahan 0,25 Ha. Kelompok ini beranggotakan kaum Petani Milenial d mana secara pengalaman minim tapi untuk berinovasi lebih moderen.

Sesuai arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa penting membangun SDM pertanian yang berkualitas apa lagi kaum Milenial yang mau terjun ke industri pertanian. Dedi juga menegaskan bahwa semua harus siap untuk mengahadapi Industri 4.0 lewat penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan dalam implementasi Kostratani.

Ketepatan panen cabai rawit akan menentukan kualitas buah saat panen. Tergantung tingkat kematangan buah cabai rawit. Panen muda tidak baik, terlau masak juga kualitas tidak baik. Buah berwarna merah adalah saat yang paling baik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat penampakan secara visual, bentuk fisik, dan  umur tanaman.

Panen cabai sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya, dan lingkungan dengan  tempat tanam. Bibit yang ditanam saat ini ialah varietas Dewata 43 rasanya yang pedas sangat cocok untuk daerah tanam di dataran rendah. Umumnya cabai mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali.

Hasil panen selanjutnya akan dijual kepada mitra pemasok dengan  harga jual  Rp.20.000/kg. Untuk harga konsumen di pasaran biasanya berkisar Rp.30.000 – Rp.35.000. Masalah yang dihadapi oleh Petani menurut laporan Fasilitator Desa Boby Saipi, terganggunya  pertumbuhan karena intensitas  hujan yang tinggi mengguyur hingga banjir di sebagian wilayah Bone Pantai.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “jaga jarak itu wajib, hindari kerumunan juga dan jangan lupa cuci tangan, kalau bisa konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar daya tahan tubuh bagus, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, ujar Bustanul.