LUWU TIMUR –  Desa Watangpanua  Kecamatan  Angkona Provinsi Sulawesi Selatan memiliki populasi 1968 orang  dan memiliki 490 KK. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat  sebagai petani jika diakumulasikan sekitar 68%. Termasuk salah satu desa dalam binaan  Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI). Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan di sektor petanian maupun non pertanian. Kegiatan pertanian seperti olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa, jelas Dedi.

Deputi Manager Program READSI Kabupaten Luwu Timur, Sumarianto, melakukan monitoring guna mendampingi dan memberikan semangat kepada petani dalam panen jagung di Desa Watangpanua Kecamatan Angkona. Sesuai protokol Covid-19, Sumarianto menyampaikan kepada PPL, Fasilitator Desa juga anggota Kelompok Tani harus tetap menggunakan APD sesuai standar kesehatan dan himbauan Pemerintah. “Tetap lakukan pencegahan dengan cara menjaga jarak, menggunakan masker, tidak saling berjabat tangan dan selalu mencuci tangan”, “Tidak perlu banyak yang hadir cukup petani pemilik pengurus Kelompok Tani Sumber Kasih dan tentu para buruh yang memanen jagung”, ungkap Sumarianto.

Luas tanam jagung yang dipanen sebanyak 2 Ha dengan varietas Pertiwi dari luas 25 Ha luas lahan. Untuk perkiraaan provitasnya 3,5 – 4 ton/Ha. Biasanya dengan mengunakan varietas Bisi 18 di lokasi ini provitas bisa mencapai 7 ton. Dari hasil monitoring didapati kendala seperti curah hujan tinggi dan hama tikus. Harapan Petani ke depan memiliki benih yang unggul, pupuk tersedia cukup, dan alat panen yg lebih baik. Kelompok tani Sumber Kasih merasa sangat terbantu dengan kehadiran pemerintah melalui Program READSI.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, yang juga Direktur Program READSI Bustanul Arifin Caya menegaskan kepada seluruh tim agar selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga serta selalu mematuhi protokol Covid-19. Bustanul juga berharap di tengah pandemi ini ASN dan tenaga kontrak harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan berperan menghasilkan sumber daya pertanian yang mandiri.

Dengan adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor ujar.’’ Syahrul Yasin Limpo.