Menindaklanjuti peringatan FAO tentang adanya krisis pangan global dampak dari pandemi Covid-19, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) ingin Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kementan akan gencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya.  SYL juga menyerukan untuk sehabis panen, langsung tanam lagi.

“Kementan akan terus menggenjot produksi 11 komoditas pangan pokok yang salah satunya adalah jagung. Dengan populasi mencapai 267 juta jiwa,  30% rakyat Indonesia hidup di bidang pertanian. Ditambah negeri kita merupakan negara tropis, mataharinya terus bersinar, hujan tak pernah putus sehingga pertanian tidak boleh berhenti ditengah pandemic”, tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengingatkan dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Dedi juga menyampaikan di setiap kesempatan bahwa Pemerintah Pusat akan mendukung penuh aktivitas yang dilakukan dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional. “Pertanian harus tetap berjalan , petani harus tetap terus turun ke lapangan, dan patuhi protokol pencegahan Covid-19. Pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia”, tegas Dedi.

Sejalan dengan arahan Mentan untuk mendorong produksi hasil pertanian, READSI mendorong petani di kelompok sasaran untuk melakukan tanam pasca panen periode pertama. Sarson seorang petani Jagung dari kelompok Woute Jojo, desa Sidoan Barat kecamatan Sidoan mengaku sangat gembira dengan hasil panen jagung kali ini dilahan miliknya. “Terimakasih READSI untuk sekolah lapang karena panen sekarang hasilnya sangat memuaskan. Dilahan saya seluas 1 ha hasil panen mencapai 6 ton, sangat meningkat. Petani juga sangat senang dengan kedatangan penyuluh pertanian dan Faslitator Desa yang secara langsung mendampingi proses pemanenan di kelompok, kehadiran mereka menambah semangat kami dalam melakukan kegiatan tanam jagung kedepannya”, jelas Sarson.

Fasilitator desa Sidoan Barat, Marjan menambahkan bahwa Kerjasama dengan penyuluh setempat Ronny menambah semangat bagi kelompok tani. “Bukan hanya di kelompok ini tetapi juga di kelompok budi daya jagung yang lain di luar kelompok sasaran READSI terpencut semangat nya. Panen jagung kali ini sangat luar biasa sekali, karena bukan hanya menambah semangat tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Harapan kami kedepannya agar kebersamaan yang sudah terjalin ini tetap di pertahankan”, ujar Marjan.

Percepatan tanam pasca panen menjadi prioritas saat ini, penting demi menjaga ketersedian pangan nasional. Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga nya. “jaga jarak itu wajib, hindari kerumunan juga dan jangan lupa cuci tangan, kalau bisa konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar daya tahan tubuh bagus, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, ujar Bustanul.