Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa, “stok beras untuk 34 provinsi aman, lalu di akhir bulan Maret-April kita akan panen lagi”. Oleh karena itu, “kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti bagaimanapun keadaannya”, tegas Mentan.

Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa, jelas Dedi.

Program READSI juga mendorong kelompok tani sasaran untuk terus melakukan kegiatan tani kelompok, namun tetap ikut anjuran keamanan kesehatan. READSI di Sulawesi Selatan mencakup tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara. Di Kabupaten Luwu sedang berlangsung pelaksanaan panen padi pada 22 April 2020, oleh Kelompok tani Malutu Desa Posi, Kecamatan Bua. Hasaruddin selaku pemilik lahan mengaku senang dengan keberadaan program READSI. “alhamdulillah hasilnya 2300 kg, di luas lahan 1 ha, itu juga panen baru di setengah lahan, sisanya semoga hasilnya juga memuaskan”, ujar Hasaruddin .

Sarlin selaku Fasilitator Desa Posi juga turut senang dengan kegiatan panen di tengah wabah virus seperti sekarang. “Kita semua bersyukur dapat terus melakukan aktifitas pertanian, apalagi ini panen bahan pokok utama, mudah-mudahan hasilnya memuaskan”, ucap Sarlin. Namun arahan untuk tetap mengikuti protokol Kesehatan terus digalakkan, Sesuai dengan arahan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim, termasuk petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga. “jangan lupa cuci tangan dan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, tegas Bustanul.