Poso, 20 Januari 2021– Kementerian Pertanian terus berupaya agar ketersediaan pangan aman di masa pandemi seperti saat ini. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kami memastikan bahan pangan pokok tidak bersoal, hal itu dibuktikan dengan kita melewati akhir tahun dengan tidak mengalami kenaikan harga yang terlalu tinggi, itu sebagai bentuk komitmen Kementan”, Ujar Mentan.

“Pertanian tidak boleh berhenti, olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup orang banyak”, sambung Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam mencapai tujuan dan arahan Menteri Pertanian, Program READSI mendorong petani sasaran terus produktif ditengah wabah global seperti saat ini. READSI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani sasaran. Lewat pemantauan maupun pelatihan dengan mematuhi protocol di bawah dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten setempat.

Tidak hanya berfokus pada kelompok komoditas tanaman pangan, READSI juga menyasar kelompok pemanfaatan pekarangan, sayur, buah, perkebunan hingga peternakan. Untuk kelompok pemanfaatan pekarangan karena READSI ingin keterlibatan wanita tani yang berdampak bagi pemenuhan gizi keluarga.

Neta Fasilitator Desa Peura Bersama Penyuluh Pertanian Ariyanto hadir dalam panen perdana di kelompok Tami Kampo. Antusian sangat tinggi ditunjukan anggota kelompok, semoga semangat kelompok tani sasaran Program READSI bisa menular ke kelompok tani lain. “di lahan  H. Mosero hari ini panen sekitar 910 kg di lahan seluas 15 are, semoga sisanya dapat panen secepatnya”, jelas Neta

Salah satu kelompok sasaran READSI di Kabupaten Poso adalah kelompok tani Tami Kampo. Kelompok yang diketuai H. Mosero sangat terbantu dengan adanya Program READSI, mulai dari penyegaran teknis pertanain, sampai penyerahan Saprodi. “Saya mewakili kelompok saya sangat berterima kasih karena bantuan saprodi Program READSI tepat hadir disaat pupuk langka dan sedang mahal”, jelas H. Mosero.