Kementerian Pertanian berkomitmen untuk peningkatan produksi, dan peningkatan penanganan pascapanen demi menjaga ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus menekankan ke semua jajaran untuk  pengawalan panen raya di semua daerah.

Menurut SYL, pertanian menjadi jawaban dari aktivitas-aktivitas pemerintah yang secara kasat mata meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Upaya yang masif dilakukan tanpa kenal hari libur ini dilakukan guna mengoptimalkan hasil panen untuk menjamin stok beras nasional, dan menstabilkan harga gabah/beras petani saat musim panen raya”,ucap SYL.

“Dalam upaya bersama mengatasi pandemi  ini jangan sampai terjadi masalah pangan. Sebab jika pangan bermasalah, selanjutnya akan muncul masalah sosial ekonomi.” Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsyi.

READSI mendukung penuh arahan Mentan agar kegiatan olah tanah dan tanam terus berjalan, terus mendorong penuh kegiatan yang dilakukan petani di wilayah sasaran program. Salah satunya kegiatan panen di desa Aung, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.

Panen Padi di lahan sawah milik Muhtar yang merupakan ketua poktan Kolisanan 1 mengalami peningkatan, dari sebelumnya total hasil ubinan hanya 4,7 Ton/Ha. Setelah adopsi sekolah lapang READSI , Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 5,4 Ton/Ha.

“Sangat bersyukur dengan panen kali ini merupakan Varietas Padi Ciherang, bantuan Provinsi lewat dana READSI. Semoga program READSI tetap berlanjut  karena kami butuh bimbingan dan motivasi dari penyuluh dan Fasilitator Desa selaku petugas lapangan yg bersentuhan langsung dgn kami petani”, ujar Muhtar.

Penyuluh Pertanian setempat, Sukono menerangkan bahwa READSI Kembali meningkatkan semangat anggota poktan. “Panen sekarang bantuan bibit provinsi 2020, usia tanaman padi sejak awal tanam (Persemaian) sekitar 115 hari hingga panen. Dengan rincian ,bibit usia 25 hari dipindahkan dengan sistem  tapin (tanam pindah)”, ujar Sukono.