Kementerian Pertanian mempersiapkan transisi untuk memasuki kehidupan normal baru atau yang lebih dikenal dengan new normal. Kementan terus berupaya agar ketersediaan pangan aman dimasa transisi seperti sekarang. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali. Mentan juga menegaskan kebutuhan itu berada dibawah pengawasan ketat pemerintah. Dengan perkiraan stok beras yang dinilai mencukupi sampai dengan bulan September mendatang. “Kami memastikan bahan pangan pokok tidak bersoal, hal itu dibuktikan dengan kita melewati bulan suci Ramadhan dan hari Lebaran dengan tidak mengalami kenaikan harga yang terlalu tinggi, itu sebagai bentuk komitmen Kementan”, Ujar Mentan.

Upaya percepatan tanam di seluruh wilayah sebagai bentuk keseriusan Kementan dalam menyiapkan antisipasi kemungkinan adanya kemarau Panjang seperti yang disampaikan BMKG. Lalu ada kemungkinan Indonesia akan masuk siklus lima tahunan serangan hama dan terjadinya krisis pangan dunia seperti yang disampaikan badan pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO).

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menegaskan bahwa “pertanian tidak boleh berhenti, olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa”, tegas Dedi.  Kepala Badan PPSDMP juga menekankan bahwa seluruh elemen harus menuju pertanian modern. “Pertanian yang modern hukumnya wajib, dengan cara, sistem dan alat mesin yang modern pula. Begitu pula dengan pengelolaan modern dari hulu sampai hilir untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Indonesia”, tambah Dedi.

Dalam mendukung arahan Mentan agar kegiatan olah tanah dan tanam terus berjalan, READSI terus mendorong penuh kegiatan yang dilakukan petani di wilayah sasaran program. Salah satunya kegiatan panen di desa Laonggo kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai. Manajer READSI kabupaten Banggai, Moh Dahlan menyampaikan bahwa dukungan dan support dari READSI sangat membangkitkan semangat petani di Banggai. “Alhamdulillah ditengah pandemic Covid 19 petani masih bisa panen padi sawah, ini salah satu kelompok sasaran program READSI yaitu kelompok Emne Tuwo yang ada di desa laonggo kecamatan Bunta kabupaten Banggai yang di dampingi oleh fasilitator desanya”, jelas Moh Dahlan.

“Kami petani penerima program merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya pendampingan Program READSI, sangat membantu dan bermanfaatlah pokoknya, syukur sekarang dilahan saya seluas 1,5 ha hasil panen sekarang sekitar 7 ton, semoga hasil panen dari tanam berikutnya bisa terus meningkat”, ujar Yonatan.

Fasilitator desa Laonggo, Sigit Suripto juga merasa sangat bersyukur karena ada dua lahan anggota kelompok Emne Tuwo yang panen bersamaan. “Yang pasti kami sangat bersyukur dengan adanya pendampingan READSI, semoga sesuai dengan tujuannya dapat meningkatkan penghasilan para petani. Dilahan Pa Safari hasilnya panen padinya sekita 4,5 ton di lahan miliknya sekitar 1 Ha”, lanjut Sigit.

Kegiatan tanam memang menjadi prioritas sekarang, tetapi proses panen tidak kalah penting demi menjaga ketersedian pangan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “tanam dan panen itu harus tapi jaga jarak itu wajib, hindari kerumunan juga dan jangan lupa cuci tangan, usahakan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar daya tahan tubuh bagus, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, ujar Bustanul.