Masalah ketahanan pangan menjadi salah satu topik utama di tengah pandemi global, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh jajarannya untuk bekerja lebih demi menjaga kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

“Masalah ketahanan pangan adalah masalah yang paling dalam, paling kompleks, namun juga starategis. Karena itu saya tidak boleh salah prediksi atau salah mengolah data. Alhamdulillah kita terus melakukan koordinasi antar lembaga yang sangat ketat, baik dengan Kemenko, Bulog atau dengan kementerian lain. Kita punya mapping yang sama dengan menggunakan digital,” ujar SYL.

Selain ketersedian pangan menjadi sorotan utama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsyi menekankan untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Terutama dukungan bagi para petani di seluruh wilayah Indonesia, dan juga para Penyuluh Pertanian dalam memberikan dampingan langsung kepada petani.

Dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas SDM pertanian yang berkualitas, READSI terus bersentuhan secara langsung dengan petani di lokasi sasaran. Lewat Fasilitator Desa di tiap desa sasaran, READSI berupaya memberikan dukungan berupa pelatihan, sekolah lapang, sampai bantuan sarana produksi bagi petani sasaran.

Fasilitator Desa Kamumu, Nuraisyah Darise menuturkan bahwa desa binaannya berada di dataran tinggi, dan Sebagian penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Namun masalah utama adalah dengan hasil pertanian melimpah terhambat proses pemasaran. Di lain sisi, untuk meningkatkan pendapatan dari hasil pertanian para petani sedikit kesulitan untuk pembelian bibit, pengadaan pupuk dan penanggulangan hama.

“Setelah mendapatkan kontribusi program READ pada tahun 2011, barulah desa Kamumu mengalami peningkatan infrastruktur pertanian. Pembukaan jalan usaha tani, rumah produksi, dan yang paling penting pembukaan pasar desa. Kalau READSI sudah berbeda arahnya, kontribusinya ke peningkatan kapasitas lewat Sekolah Lapang, temu lapang sampai bantuan Saprodi”, ujar Nuraisyah

Dalam laporan keuangan, Desa Kamumu juga sangat didukung pemerintah desa setempat dalam pembangunan pertanian di desanya. Tercatat peningkatan dari nilai awal bantuan Program READ pada 2011 sebesar 20 juta, lalu pada Agustus 2013 peningkatan mencapai 60 juta. Dana tersebut diolah oleh koperasi desa serba usaha ”Koperasi Mawar Saron Desa Kamumu”.

Dalam melanjutkan keberhasilan Program READ, READSI juga berfokus dalam memberikan dukungan bagi pengelolaan keuangan kelompok. Menjadi bagian dari sasaran Program READSI, KWT Mawar Saron dijadikan sebagai percontohan pengelolaan keuangan kelompok secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan kelompok tani.

Dikarenakan wilayah agak jauh dari perkotaan dan jalan utama, Desa Kamumu melakukan inovasi dalam pemasaran hasil panen didesanya. Para petani sasaran Program READSI Bersama perangkat desa membuka Pasar Tani di tepi jalan utama. Dengan harapan para petani tidak kesulitan dalam pemasaran hasil pertanian.

Berbagai hasil pertanian seperti ubi, kacang, pisang dan sayur-sayuran kini dapat dengan mudah dipasarkan. Pada tahu 2020 total sudah ada dua unit pasar desa. Pasar diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga setempat .