Kementerian Pertanian melalui Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) melakukan peningkatan kapasitas Fasilitator Desa (FD) READSI se-Kabupaten Banggai dalam. Pelatihan Adopsi Observasi bagi tanaman kakao tahun ini merupakan lanjutan dari pelatihan kepada Penyuluh Pertanian di tahun 2019. Dengan tujuan utama peningkatan kapasitas SDM dalam mendampingi petani kakao di wilayah sasaran.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengarahkan agar pertanian tetap berjalan di tengah kondisi wabah Covid-19. Mentan juga  berharap gerakan ekspor tiga kali (Gratieks) masih bisa digenjot Kementerian Pertanian, dengan harapan dalam waktu singkat memberikan kontribusi pertanian terhadap PDB Nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pada masa pandemi Covid-19, ada dua solusi yang bisa dilakukan bersama-sama. Pertama pendekatan medis agar kita selalu sehat, dan kedua pendekatan atas ketersediaan pangan nasional.

“Ketersediaan pangan dan produktifitas pertanian tidak kalah penting dari protokol kesehatan. Karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Di masa pandemic pelatihan online menjadi kunci, kalau memungkinkan kita bisa Blended Learning” lanjut Dedi.

Dalam upaya peningkatan produksi kakao petani sasaran, READSI bekerjasama dengan PT. MARS Symbioscience dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian Petani, Penyuluh, Widyaiswara serta Dosen, Guru SMKPP di UPT Pusat dan Daerah. Tidak terkecuali Fasilitator Desa READSI. Selama kurun waktu empat tahun, READSI dan MARS berkomitmen melatih berbagai pelatihan teknis Agronomi Kakao, Bisnis Kakao, Master TOT dan Monitoring dan Evaluasi (Adoption-Observation) dengan penyesuain pelatihan Online serta Blended Learning.

Pada tahun 2021 ini pelatihan Adopsi Observasi tanaman kakao dilaksanakan khusus untuk Fasilitator Desa READSI di 20 desa se-Kabupaten Banggai. Pelatihan ini dimulai pada 30 April 2021 dan direncanakan akan berakhir tanggal 8 Mei 2021. Pelatihan ini dihadiri pula oleh tim monev READSI, team leader pemberdayaan,  tenaga ahli  Kabupaten Banggai, pihak PT. Mars Cacao Academy Tarengge selaku Pelaksana, PT Olam dan JB Cocoa Pendamping Lapangan, dan tentunya 20 orang Fasilitator Desa

Pelatihan Adopsi Observasi tanaman kakao akan menggunakan metode campuran (Blended Learning). Pertama peserta pelatihan akan mengikuti pemaparan teori lewat Virtual. Kemudian, dilanjutkan dengan penerimaan materi berupa praktik dengan metode pengamatan serta simulasi langsung di kebun kakao milik petani. Rangkaian Kegiatan pelatihan diawali dengan Pembukaan dan penjelasan meteri secara virtual kemudian di blended dengan proses belajar mandiri dengan metode mengamati atau simulasi di kebun kakao, dilanjutkan dengan presentasi hasil pengamatan sekaligus pre test dengan metode virtual kemudian review materi hasil adopsi dan observasi, dilanjutkan dengan praktek melakukan pengamatan di kebun simulasi dan diakhiri denganPost Test Kegiatan sekaligus penutupan pelatihan.