Sesuai surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan tanggal 16 Maret 2020, tentang himbauan kepada masayarakat di Provinsi Sulawesi Selatan terkait pencegahan penularan Covid-19.  Himbauan tersebut diantaranya masyarakat dihimbau untuk menghindari tempat ramai dan tempat berkumpul banyak orang. Namun demikian, kegiatan yang berhubungan dengan pertanian harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti. Termasuk pendampingan fasilitator desa Program READSI di wilayah yang masuk dalam Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Kali ini kisah inspiratif datang dari Hasrianto Boe, FD Desa Saga, Kec. Bajo, Kabupaten Luwu. Hasrianto berkoordinasi dengan pihak bank Sulselbar cabang Belopa agar pihak bank memberikan pelayanan pembuatan rekening kelompok tanpa harus pergi ke Bank. Kalau harus ke bank petani  harus antre dan bertemu orang banyak, oleh karena itu kami mengusahakan agar tetap ikut anjuran physical distancing, jelas Hasrianto.

Pada pelaksanaannya dihadiri pula sekretaris Desa Saga, Bapa Drs. Imran yang menyamut baik kegiatan ini dan berpesan agar tetap ikut anjuran pemerintah untuk jaga jarak. Turut hadir penyuluh pertanian, H.Saharudin, SP dan petugas bank Sulsebar cabang Belopa, Ibu Winda. Saya atas nama Bank Sulselbar mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan masyarakat atau kelompok tani untuk memilih bank Sulsebar cabang Belopa. Kami siap melayani masayarakat, dan ide pembuatan rekening di rumah poktan sangat baik ditengah wabah covid-19 yang meresahkan, ujar Winda.

Samarudin selaku ketua kelompok Samulang menyambut baik kegiatan ini. Saya perwakilan dari kelompok  tani desa Saga wilayah Program READSI, mengucapkan terimakasih atas adanya pemberian pelayanan oleh pihak bank Sulsebar cabang Belopa yang sudah mendatangi rumah sehingga kelompok tani tidak harus lagi ke bank untuk antri tegas Samarudin. Ini juga ide FD serta kawan penyuluh jadi kita tetap bisa menghindari kerumunan. Semoga dukungan dari Program READSI dapat  bermanfaat dan manambah pengetahuan serta penghasilan petani di wilayah program, tambah Samarudin.