MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bantuan kepada para petani di masa pandemi covid-19 saat ini nantinya akan berbentuk sarana produksi (saprodi) pertanian seperti benih, pupuk, dan obat-obatan. Bantuan yang dikucurkan bukan dalam bentuk uang tunai.

Kelompok Tani Maju Terus Jagung dan Tunas Harapan Cabe Desa Bilungala Utara mengadakan rapat awal tahun tahun khusus untuk menentukan rencana persiapan bantuan Saprodi program READSI di tahun 2021. Dihadiri oleh Fasilitator Desa  dan anggota serta perwakilan pemerintah desa, penyuluh pertanian dan Gapoktan.

Rapat yang berlangsung pada Senin (15/01) di aula kantor desa Bilungala Utara, kecamatan Bone Pantai kabupaten Bone Bolango  berlangsung pukul 15.30 s/d selesai. AL Izran  selaku fasilitator desa program READSI hadir pada rapat kerja kelompok tani untuk menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya persiapan dan interpensi anggaran desa pada pengolahan lahan kelompok dan pengaturan masa tanam untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang lebih besar. ia juga berharap kedepan kelompok tani mampu mengusahakan bantuan permodalan bagi pertanian prospektif.

Dimana pendampingan yang selama ini di berikan agar memiliki efek yang baik kepada petani binaan program READSI. Dengan adanya bantuan yang akan diberikan dalam waktu dekat Ini diharapkan kepada poktan untuk memaksimalkan program ini, karena program ini berjangka dalam 5 tahun sudah bnyak sekali pelatihan dan manajemen yang sudah diberikan. Sangat disayangkan jika petani tidak serius dengan program yang di berikan pemerintah pusat melalui  Kementrian Pertanian.

Ia menambahkan, jika pada tahun 2020 berhasil mengusahakan bantuan saprodi, tahun 2021 fokus pada  Alsintan dan iinsfrastruktur sederhana yang akan di manfaatkan oleh petani. Sehingga adanya peningkatan produksi yang lebih baik kedepannya.

Pemerintah Desa Bilungala Utara sangat mendukung program READSI ini dimana seperti diketahui tidak semua desa dapat bantuan yang sama oleh karena itu jangan disiasiakan program ini agar program ini dapat terus berjalan sehingga dapat bermanfaat seprti visi dan misi Program READSI.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya selalu mengingatkan agar seluruh tim, khususnya Petani dan Penyuluh Pertanian dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga lewat protokol kesehatan dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19. “makan-makanan seimbang, jangan lupa cuci tangan dan usahakan konsumsi vitamin/jamu agar meningkatkan imunitas tubuh kita, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.