Poso – Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), Kementerian Pertanian tetap menyiapkan pangan untuk masyarakat Indonesia dengan mendorong produksi padi. Salah satu upayanya yakni menjamin produksi di daerah.

Seirama dengan sambutan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 ini panen harus terus dilakukan demi mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk itu, ia meminta petani tetap harus waspada dalam melaksanakan panen.

Salah satu kelompok binaan program READSI yaitu Karya Nadi yang berada di wilayah Desa Uranosari, Kec Pamona Barat, Kab Poso telah memanen hasil olah tanamnya, dimana adanya peningkatan produksi yang signifikan terbilang baik, ‘’ucap Penyuluh pertanian Bapak Yandrifil  Petingko. Dari 5 anggota Poktan dengan luas lahan 3,2 Ha menghasilkan 223 karung GKP, yang sebelumnya panen hanya memperoleh 175 karung GKP. Keberhasilan peningkatan olah tanam ini tidak lepas peran dari Sekolah Lapang yang di adopsi di dalam program READSI.

Dilihat dari sisi keberhasilan ini dapat dikatakan bahwa program READSI yang ada di kabupaten Poso memberikan dampak yang positif dimana di tahun 2020 ini diadakannya pengadaan saprodi yang langsung di terima oleh kelompok tani. Saprodi akan disalurkan di bulan November dimana akan ada penyegaran untuk petani agar lebih semangat lagi dalam mengolah lahan.

Fasilitator Desa berharap pendampingan yang selama ini dilakukan ke kelompok tani dapat bermanfaat secara maksimal dimana saya mendapat keluarga baru dan pengalaman juga. Semoga program REDASI ini terus dapat membantu para petani agar lebih produktif.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengingatkan bahwa peran penting  pertanian di tengah pandemi. Yang tidak kalah penting adalah semua yang terlibat di pertanian dapat menjaga kesehatan diri. Serta menekankan pentingnya olahraga, makan-makanan seimbang, rajin cuci tangan atau cairan antiseptik serta usahakan konsumsi vitamin/jamu agar meningkatkan imunitas tubuh.