Sesuai arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia yang menegaskan bahwa sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun. Itu semua demi memastikan ketersediaan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Disamping itu perlu perhatian seluruh elemen masyarakat agar dapat bekerjasama dalam pencegahan penyebaran virus ini, diantaranya penerapan perilaku hidup bersih. Dengan harapan bahwa segala sektor pertanian dapat tetap beraktifitas tanpa mengesampingkan keselematan diri.

Ditengah pandemi virus corona, kisah inspiratif hadir dari Budiman FD desa Lumbewe, kecamatan Burau, Kabupaaten Luwu Timur. Budiman memfasilitasi pembuatan rekening kelompok dengan cara mendatangi kediaman pengurus kelompok untuk mengisi persyaratan secara administratif. Dengan demikian dapat mendukung anjuran pemerintah untuk menjauhi kerumunan dan menjaga jarak, ujar Budiman. Sebelumnya Budiman berkoordinasi dengan pihak bank Sulselbar agar di berikan solusi untuk memudahkan pelayanan pembukaan rekening kelompok,  alhamdulillah  pihak Bank Sulselbar tanggap terhadap hal ini dan memberikan solusi jemput bola denga metode mendatangi kelompok tani di sekretariat atau dirumah ketua kelompok  sehingga tidak lagi harus ke bank, tegas Budiman.

Yakin Mokere selaku ketua  kelompok Bantewatu mengaku bersyukur memiliki pendamping atau fasilitator seperti Budiman. Yakin menambahkan bahwa yang dilakukan Budiman sangat tepat ditengah wabah covid-19 yang meresahkan warga. Pelayanan pembuatan rekening kelompok dengan metode jemput bola sangat membantu kami kelompok tani, sehingga masyarakat tidak lagi harus ke Bank,  untuk ikut antri dan  berkumpul dengan orang banyak, ujar Yakin.

Selain Yakin dan enam ketua kelompok yang difasiitasi dalam pembuatan rekening kelompok yang menyambut baik kegiatan ini. Pihak Bank Sulselbar Cabang Malili juga merasa tetap dapat memberikan pelayanan dengan metode mendatangi pegurus kelompok untuk mempermudah masyarakat dalam hal ini kelompok tani ditengah mewabahnya COVID-19. Kami dari pihak bank merasa terbantu adanya fasilitator yang dapat bekerjasama dalam pembukaan rekening kelompok tidak terlepas jarak antara bank Sulselbar Cabang Malili dengan desa sasaran READSI khususnya desa Lumbewe cukup jauh sekitar 30 Km.

Budiman berharap ditengah wabah masih dapat melakukan pendampingan bagi kelompok tani di wilayah Program READSI. Ia juga mendorong rekan FD melakukan hal yang sama dalam pendampingan pembuatan rekening kelompok. Dukungan bagi kelompok tani Program READSI diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi petani dan pertanian Indonesia.