Tangerang – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memberikan apresiasi kepada tenaga Fasilitator Desa terbaik program READSI di 6 wilayah. Penghargaan tersebut diberikan Kepala Pusat Pertanian Bapak Bustanul Arifin Caya sebagai  Direktur  Program READSI, pada kegiatan Persiapan Monitoring dan Evaluasi Pelaksaan  Program READSI T.A 2021 di Hotel Santika Tangerang, Selasa  (18/03/2021).

Kepala Pusat Pertanian sebagai Direktur proyek  Program READSI Bustanul Arifin Caya Menyampaikan bahwa, penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap Fasilitator Desa karena mendampingi poktan dengan kerja keras hingga membawa petani menjadi lebih berdaya. Oleh karena itu teman-teman Fasilitator harus lebih semangat lagi kedepannya dalam mendampingi poktan agar dapat bermanfaat kepada petani program READSI dan non READSI. Adapun wilayah Program READSI yaitu Provinsi Kalimantan Barat, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

Kami sangat senang di undang ke Tangerang dan mengikuti acara yang di adakan Kementerian Pertanian untuk mengvaluasi yang kami kerjakan di daerah bersama petani. Kami juga sangat bersyukur diantarkan ke P4S yang ada di Jawa untuk study banding yang nantinya insyallah di terapkan di program di daerah. Disni dapat kita lihat bahwa BPPSDMP mendengarkan hingga peduli  terhadap pendampingan poktan yang selama ini kami lakukan. Diskusi 6 Fasilitator Desa terhadap NPMO dan Tim Teknis dari Widyaiswara membuat kami mendapat ilmu dan masukan yang baru dalam mendampingi poktan. Sehingga muncul motivasi untuk kedepannya menjadi lebih baik,’’ ujar Refli sebagai Fasiltator Desa terbaik di salah satu kabupaten lokasi Program READSI.

Bayu Rahmawan selaku Manajer READSI dalam dikusi menyampaikan bahwa  pengawalan kegiatan pendampingan di lapangan Fasiltator Desa harus bisa bersinergi dengan Penyuluh dan Tim Teknis. Untuk kegiatan bantuan saprodi 2020 yang sudah diberikan kepada poktan agar dimonitor pemanfaatannya sesuai kebutuhan dan peruntukan.

Program READSI melibatkan Tim Teknis Widyaiswara 10 UPT Pelatihan Pusat untuk mendukung kegiatan di lapangan. Penugasan lapangan diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan pemahaman kondisi lapangan serta alternatif solusi permasalahan petani. Tantangan bagi UPT mampu membuat pelatihan terapan yang menghasilkan petani bewirausaha yang bisa mengakses permodalan, penguatan dan pendampingan poktan sampai dengan korporasi petani.