PENGEMBANGAN KLASIFIKASI POKTAN

Mendorong Kemandrian Poktan Melalui Literasi Keuangan_1

Kegiatan Rural Finance EVALUASI PARTISIPATIF KLASIFIKASI POKTAN

Kegiatan peningkatan Kapasitas Fasilitator Desa Program READSI Tahun 2021 dilaksanakan di Hotel Claro, Kendari pada tanggal 30 Maret-1 April 2021 secara konvensional (tatap muka) yang dihadiri oleh  Fasilitator Desa (FD), TA, DPMO, PPSU, NPMO dan Tim Teknis Widyaiswara (WI)  dengan jumlah peserta 66 orang.  Tujuan kegiatan dalam rangka pembekalan peningkatan kapasitas fasilitator desa dan tim pemberdayaan dalam pengawalan kegiatan di lapangan. pengawalan teknis dan administratif pelaksanaan Program READSI di Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

Kegiatan dibuka oleh Manager READSI NPMO dilanjutkan dengan sharing knowledge evaluasi dan pelaksanaan kegiatan pendampingan oleh FD, DPMO, PPSU dan Tim Pemberdayaan. Fokus utama kegiatan pada 2021 adalah pengukuran adopsi teknologi di tingkat petani, penguatan kelompok tani yang mengarah pada organisasi usaha formal, literasi keuangan dan permodalan, serta akses pemasaran produk.

Berdasarkan hasil paparan dan diskusi diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Program READSI merupakan salah satu program pada Badan Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian yang mendukung terwujudnya visi Pembangunan Pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani;
  2. Kegiatan dilaksanakan selama tiga (3) hari dari tanggal 30 Maret – 1 April 2021 di Hotel Claro Kota Kendari yang dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian dan diwakili oleh Manager NPMO serta dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, pengelola READSI di Provinsi dan Kabupaten (PPSU dan DPMO), Pejabat Widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Pertanian, Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Tingkat Provinsi dan Kabupaten. Tim Fasilitator Desa dan Tim READSI Pusat.
  3. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Desa Program READSI 2021 bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program READSI di pusat dan daerah tahun 2021, dan sebagai apresiasi pembekalan peningkatan kapasitas fasilitator desa dan tim pemberdayaan dalam pengawalan kegiatan di lapangan.
  4. Output kegiatan yang telah dihasilkan adalah terwujudnya persamaan persepsi dalam pelaksanaan program READSI TA 2021 dan terwujudnya peningkatan dan penguatan kompetensi dan kapasitas tim pemberdayaan wilayah program READSI di provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2021.
  5. Narasumber untuk kegiatan ini terdiri dari Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara, Konsultan Pemberdayaan, Pejabat Fungsional Widyaiswara Pertanian.
  1. Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yang diwakili oleh Manager READSI menegaskan bahwa :
  • Diharapkan tim provinsi dapat mengawal di kabupaten program READSI, khususnya kabupaten dengan tingkat serapan rendah karena serapan rendah tersebut merupakan gambaran tidak adanya kegiatan yang signifikan. Jadi diharapkan adanya tim yang solid ditingkat manajemen program READSI.
  • Tahun 2020, program READSI mendapatkan apresiasi dari Kementerian Keuangan dengan realisasi yang cukup tinggi, diharapkan program READSI dapat menjadikan Beachmark untuk project PHLN lainnya baik dari model pemberdayaan atau kegiatannya.
  • Dukungan program yaitu pelatihan, bimtek, dukungan IT, SL, bimjut tetapi belum adanya ukuran implementasi pelaksanaan kegiatan atau adopsi petani dilapangan. Jadi 2021 akan diukur dengan presentasi yang valid, dengan melibatkan FD untuk pengukuran tersebut.
  • Literasi keuangan, salah satu faktor yaitu kekurangan literasi keuangan maka project diharapkan menghubungkan dengan sektor keuangan dengan petani dengan keterlibatan Fasilitator Desa, Penyuluh Pertanian agar dapat menjembatani harapan tersebut.
  • Tahun 2021 agar lebih focus pada akses permodalan dan pasar maka akan dilakukan mapping sehingga value chain akan diketahui dengan melibatkan jumlah FD yang ada maka harus dimaksimalkan atau di optimalkan. Oleh karena itu agar kehadiran FD akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
  • Setelah exit strategi program READSI diharapkan adanya penumbuhan korporasi pertanian minimal 1 korporasi per kabupaten sehingga adanya legasi pelaksanaan project.
  1. Hasil dari penyampaian materi pelatihan yaitu:
  • Terinformasikannya mendorong kemandirian poktan melalui literasi keuangan anggota dan kegiatan simpan pinjam poktan
  • Terinformasikannya pengembangan klasifikasi poktan menuju korporasi petani
  • Terinformasikannya evaluasi partisipatif pengembangan poktan (berdasarkan 9 indikator)
  • Terwujudnya rencana tindaklanjut kegiatan fasilitator desa program READSI dimasing-masing kabupaten berdasarkan hasil sesi sharing pendapat dengan widyaiswara pertanian dan tim pemberdayaan.

 

Rencana Tindak Lanjut

  1. Pusat
  • Pusat akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan program READSI TA 2021 khususnya realisasi kegiatan yang cukup rendah bersama dengan pejabat fungsional Widyaiswara
  • Pusat bersama dengan IFAD akan melaksanakan Mid Term Reviu terhadap program READSI untuk melihat kondisi dan perkembangan hasil kegiatan program READSI yang akan ditindaklanjuti dengan perubahan desain program
  • Pusat akan melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan program READSI untuk melihat sejauhmana adopsi petani terhadap hasil pelatihan SL, Farmer Review Day, Bimtek atau Binjut, atau kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan
  • Pusat akan melaksanakan pelatihan TOT mengenai literasi keuangan yang akan diikuti oleh Widyaiswara Pertanian sebagai fasilitator pelatihan yang akan dilaksanakan di tingkat kabupaten.
  1. Provinsi dan Kabupaten
  2. Akan dilaksanakan pelatihan literasi keuangan kepada anggota pada bulan Juni 2021.
  3. Akan dilakukan pengawalan dan pendampingan terhadap pelaksanaan kegiatan program READSI TA 2021 oleh Tim NPMO bersama dengan pejabat fungsional Widyaiswara ke lokasi kelompoktani program READSI di kabupaten.
  4. Kepada pemangku kepentingan didaerah dalam proses realisasi keuangan, segera dilaksanakan kegiatan program READSI agar realisasi triwulan II tahun 2021 dapat tercapai minimal 50%.
  5. Agar menekankan kepada pemangku kepentingan didaerah dalam pelaksanaan kegiatan program READSI sesuai dengan output yang diharapkan oleh masing-masing kabupaten program READSI.