Program READSI merupakan scaling up Program Rural Empowerment and Agricultural Development (READ) yang telah dilakukan selama 6 tahun (2009-2015) di 5 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah dan dinilai berhasil oleh Bappenas dan IFAD dalam menurunkan tingkat kemiskinan petani melalui kegiatan pemberdayaan dan pemanfaatan sumberdaya perdesaan dalam meningkatkan pendapatan di sektor pertanian dan non pertanian secara berkelanjutan. Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) tahun 2019 dilaksanakan di pusat maupun daerah dengan sumber pembiayaan dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) dalam bentuk Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Dalam rangka mengkoordinasikan kegiatan READSI secara Nasional, Badan PPSDMP telah membuat tim pelaksana program READSI yaitu National Program Management Office (NPMO) begitu juga dengan daerah juga dibentuk tim pelaksana program READSI di daerah Provincial Programme Supporting Unit (PPSU) untuk provinsi serta district Programme Management Office (DPMO) untuk kabupaten.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan 2020 yang utamanya terkait dengan perbenihan dan penyediaan sarana produksi (saprodi) untuk petani, serta agar dapat bersinergi dengan program utama Kementerian Pertanian serta Pemerintah Daerah, Pusat Pelatihan Pertanian menyelenggarakan Pertemuan Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program READSI Tahun 2020.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 sampai dengan 17 Agustus 2019 di Hotel The Royal Surakarta Heritage Solo Jawa Tengah, dan dihadiri oleh 60 orang berasal dari Dinas terkait di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten lokasi Program READSI dan lingkup Pusat Badan PPSDMP Pertanian.

Ir. Bustanul Arifin Caya M.DM (Kepala Pusat Pelatihan Pertanian) dalam arahannya menekankan “Pedoman yang disusun sifatnya operasional, sehingga dapat mengawal kegiatan READSI tahun 2020”. Provinsi dan Kabupaten pelaksana Program READSI harus tertib administrasi semua terdokumentasi lengkap dan rapih. Realisasi kegiatan READSI Provinsi dan Kabupaten hingga Agustus 2019 diharapkan dapat mencapai realisasi 50%.

Output yang diharapkan terwujudnya persamaan persepsi dan pemahaman dalam pelaksanaan program READSI 2020 serta tersusunnya draft Pedoman Pelaksanaan Program READSI 2020.

(Tim READSI / Wellyana Sitanggang)