Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa, “Kementerian Pertanian akan memastikan 34 provinsi yang ada di Indonesia memiliki ketahanan pangan kuat, maka akan berdampak pada kepentingan ekonomi nasional. Karena pertanian bukan hanya soal perut dan makan. Pertanian adalah sektor strategis dan salah satu pilar kekuatan negara. Tata kelola pertanian di suatu desa yang baik akan menghadirkan ketahanan pangan yang kuat.  Begitu juga pada tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi”.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menanggapi arahan langsung Mentan. “Arahan Pak Menteri sangat jelas, Pertanian harus kuat, pertanian mampu jadi penggerak ekonomi. Tidak bisa dikesampingkan Kerjasama Pemerintah Pusat sampai level desa sangat penting”, tegas Dedi Nursyamsi.

Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) merupakan program Badan PPSDMP Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran program, mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas. Program READSI hadir di 6 Provinsi (Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara) dan 18 Kabupaten di dalamnya. Dukungan nyata program diantaranya.

Dalam memperkuat jalannya Program READSI tahun 2021, Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan jalannya program. Dimana pembukaan secara resmi oleh Sekertaris Dinas TPHP, dimana dalam penyampaiannya menekankan agar seluruh Tim DPMO Banggai, Penyuluh Pertanian serta Fasilitator Desa untuk saling mendukung percepatan program READSI di Kab. Banggai, mengingat masih banyak program ditahun 2020 yg belum terlaksana.

Pemaparan terkait dengan kegiatan Rakor disampaikan oleh Manajer DPMO Kab. Banggai, Bapak Budi Hartono Saada, dimana dalam penyampaiannya banyak membahas mengenai bahan pelaksanaan SL sayuran & pekarangan sudah tersedia tinggal menunggu jadwal pelaksanaan dari lapangan. Diharapkan kegiatan ini bisa segera dilaksanakan karena kegiatan ini merupakan kegiatan yg tertunda di tahun 2020.

Budi Hartono juga menambahkan , “Selanjutnya mengenai Alsintan, bahwa data mengenai poktan penerima bantuan alsintan yang sebelumnya sempat mengalami perubahan, saat ini sudah berada ditahap final dan diharapkan bisa segera memberikan sosialisasi kembali ke petani mengenai bantuan 70% yg ditanggung oleh program, dan 30% yg ditanggung oleh poktan”.

Dalam pertemuan kali ini juga dibahas mengenai pemberian penilaian bagi poktan berprestasi. Dimana format pengisian sudah dalam sosialisasi ke FD dan PPL agar dapat mengisi dengan benar indikator penilaian poktan. Diharapkan dengan adanya pemberian penghargaan bagi poktan berprestasi dapat memacu semangat petani dalam melakukan kegiatan-kegiatan yg diberikan oleh program READSI.