Kegiatan Persiapan Monitoring Evaluasi Pelaksanaan Program READSI Tahun 2021 dilaksanakan di Hotel Santika, BSD Serpong pada tanggal 17-19 Maret 2021 secara konvensional (tatap muka) yang dihadiri oleh perwakilan Fasilitator Desa (FD) terbaik, Kelompok Tani, Konsultan Pemberdayaan, Tim Teknis Widyaiswara (WI) 10 UPT serta Liaison Officer (LO) NPMO Program READSI dengan jumlah peserta 50 orang.  Tujuan kegiatan dalam rangka koordinasi pengawalan teknis dan administratif pelaksanaan Program READSI di Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian dilanjutkan dengan sharing knowledge evaluasi dan pelaksanaan kegiatan pendampingan oleh FD, Petani, dan Tim Pemberdayaan. Fokus utama kegiatan pada 2021 adalah pengukuran adopsi teknologi di tingkat petani, penguatan kelompok tani yang mengarah pada organisasi usaha formal, literasi keuangan dan permodalan, serta akses pemasaran produk.

Berdasarkan hasil paparan dan diskusi diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Program READSI merupakan program pinjaman luar negeri sehingga harus pelaksanaannya harus memiliki daya ungkit lebih tinggi dengan output yang lebih berdampak dibandingkan kegiatan lain yang dibiayai dari APBN;
  • Program READSI melibatkan Tim Teknis Widyaiswara 10 UPT Pelatihan Pusat akan mendukung kegiatan di lapangan. Penugasan lapangan diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan pemahaman kondisi lapangan serta alternatif solusi permasalahan petani. Tantangan bagi UPT mampu membuat pelatihan terapan yang menghasilkan petani wirausaha yang bisa mengakses permodalan, penguatan dan pendampingan poktan sampai dengan korporasi petani;
  • Dalam hal pelaksanaan pengawalan kegiatan pendampingan di lapangan FD bersinergi dengan Penyuluh dan Tim Teknis. Untuk kegiatan bantuan saprodi 2020 yang sudah diberikan kepada poktan agar dimonitor pemanfaatannya sesuai kebutuhan dan peruntukan;
  • Puslatan memberikan penghargaan kepada 6 FD dari 6 provinsi yang sudah berkontribusi baik dinilai dari aspek koordinasi, administrasi dan pendampingan dalam mendukung Program READSI di wilayah tugas;
  • Tantangan Pendampingan:
  1. Ketidak-percayaan kepada pengurus dan ketidak-kompakan anggota poktan sehingga menjadi faktor ketidaksiapan dalam kontribusi pendanaan 30% untuk bantuan alsintan;
  2. Kurangnya literasi keuangan dan akses modal ke lembaga keuangan mikro (Bank Daerah, KUR, Koperasi);
  3. Hasil produksi lebih banyak dijual ke tengkulak dengan harga rendah karena petani terkendala dengan jarak yang jauh dan transportasi ke lokasi pemasaran;
  4. Saprodi input untuk produk sudah dilaksanakan oleh sebagian daerah dan menghasilkan produksi yang baik namun demikian petani masih terkendala dengan akses pemasaran;
  5. Merubah mindset petani dari yang hanya berorientasi hanya menerima bantuan menjadi lebih mandiri;
  6. Sanggau: dengan kondisi tidak ada anggaran (belum ada bantuan saprodi) namun kegiatan pemberdayaan poktan tetap berjalan baik melalui inisiasi kegiatan pemberdayaan: pemupukan modal, pendampingan administrasi, pembukuan sederhana, dan notulensi pertemuan. Beberapa poktan sudah dapat menghasilkan produk olahan minuman (jahe) dan dipasarkan dengan kemasan yang baik;
  7. Pada sebagian daerah musim kemarau lebih panjang dibandingkan musim hujan sehingga sering terjadi kekeringan;
  8. Tidak ada saluran irigasi yang memadai (debit air kecil) sehingga tanaman pangan padi dialihkan ke sayuran dengan pengairan manual;
  9. Kurangnya pelatihan untuk mendukung pemberdayaan petani;
  10. Masalah stunting: sinergi dengan dinas kesehatan melibatkan ibu-ibu hamil, menyusui, PKK, dll. membeli sayuran hasil pekarangan KWT untuk pemenuhan gizi keluarga.
  11. Diharapkan tidak ada lagi keterlambatan gaji FD;
  12. Bantuan TA, FD memetakan berapa produksi pertanian (padi, sayuran, dll.) untuk mengawal pemasaran di pasar tradisional, peluang pasar lain;
  13. WI membantu pemetaan lokasi peluang pasar untuk menyalurkan produksi pertanian petani;
  14. Menyiapkan instrumen monev yang lebih substantive;
  • Rencana Tindak Lanjut
  1. Kegiatan monitoring evaluasi (observasi pengawalan) kegiatan READSI di lapangan akan dilaksanakan pada minggu ke-3 Maret s.d April 2021;
  2. Dalam rangka meningkatkan konsolidasi tim pemberdayaan dengan tim teknis dan LO akan dilaksanakan workshop di 6 Provinsi lokasi READSI pada minggu ke-4 Maret 2021;
  3. Pada bulan Juli/Agustus IFAD akan melaksanakan Mid Term Review (MTR) atas progres pelaksanaan READSI secara nasional, dalam rangka kegiatan tersebut, Tim Teknis dapat memberikan feeding substantive kegiatan READSI di 6 Provinsi & 18 Kabupaten kepada NPMO terkait formulasikan konsep kegiatan pendampingan yang lebih sesuai dengankondisi daerah.