Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan sektor pertanian terus bertahan dan diharapkan menjadi penggerak ekonomi di tengah pandemi seperti sekarang ini. Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) lewat pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan dengan harapan dapat melakukan lompatan besar untuk kemajuan pertanian Indonesia.

“Sekarang baru terlihat bahwa Pertanian adalah sektor yang menjanjikan, dan di era 4.0 perlunya peningkatan sumber daya manusia untuk memajukan pertanian karena pertanian menjadi salah satu sektor  yang menunjukan angka positif di tengah Covid-19,” ujar Mentan.

Mendukung arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian, Dedi Nursyamsi meminta seluruh yang terlibat di pertanian untuk mendukung Komando Strategis Pembangunan Pertanian untuk menunjang kemajuan Pertanian Nasional.

“Kementerian Pertanian dan seluruh SDM yang terlibat wajib untuk mendukung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kementan akan lengkapi BPP dengan perangkat komputer serta jaringan internet. Dengan harapan para penyuluh yang akan mendampingi petani bisa belajar bagaimana cara bercocok tanam yang baik, pupuk yang bagus, panen, oleh panen dan lainnya,” ucap Kepala BPPSDMP.

Dalam mendukung program utama Kementan, Program READSI memberikan dukungan bagi BPP di wilayah sasaran dalam bentuk peralatan perangkat Komputer. Dengan tujuan mendukung terwujudnya peningkatan bagi Penyuluh Pertanian yang diharapkan berguna bagi kemajuan pengetahuan bagi para petani di wilayah sasaran READSI.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai Usman Suni mendukung seluruh kegiatan Kementerian Pertanian Pusat. Termasuk dukungan bagi BPP di tiap Kecamatan yang termasuk wilayah binaan Program READSI.

“Saya memastikan bahwa pengadaan IT Kostratani di wilayah binaan Program READSI sudah berjalan setelah perubahan anggaran. Prosesnya kini sudah dalam tahap pemesanan, diperkirakan minggu depan sudah distribusi kepada 7 BPP di wilayah binaan Program READSI”, ujar Kadis TPHP Banggai pada Kamis 5 November 2020 di kantor TPHP Kab Banggai.

Manager READSI Kabupaten Banggai, Moh Dahlan DG Materu juga menuturkan bahwa Program READSI diharapkan mampu mendukung kemajuan bagi Penyuluh dan Petani di wilayah sasaran Program READSI.

“Semoga IT Kostratani segera rampung, agar manfaat secara nyata bagi penyuluh serta petani di Luwuk Banggai lebih maksimal menghadapi era digital seperti saat ini. Harapannya BPP dapat menjadi pusat informasi serta pembelajaran di tingkat kecamatan”, pungkas Dahlan.

Di tempat terpisah, Bustanul Arifin Caya selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian mendorong bagi seluruh wilayah sasaran Program READSI untuk menuntaskan arahan Mentan untuk mendukung Kostratani serta berpesan agar seluruh tim mematuhi protokol Covid-19, kesehatan diri dan meningkatkan imunitas tubuh.