Penyuluh pertanian dan Petani  menjalani pekerjaan ini dengan senang hati meskipun saat ini mengandung resiko yang cukup tinggi di masa pandemi Covid-19. Dengan saling bergandengan tangan keduanya merupakan garda paling terdepan untuk menjaga ketersediaan pangan. (27/05/2021)

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang senantiasa menegaskan bahwa ketersediaan pangan sangat menentukan keberhasilan Indonesia menangkal pandemi virus Covid-19. “Pertanian tidak boleh berhenti, pangan adalah kebutuhan pokok manusia setiap hari yang juga berperan penting menjaga stabilitas nasional,” tegas SYL.

Senada dengan Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian tidak boleh berhenti, apapun yang terjadi guna memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini penyuluh pertanian dibantu Fasilitator Desa Program READSI tetap bekerja di lapangan untuk mendampingi dan membina petani dalam melaksanakan budidaya pertanian baik itu berupa tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan atau yang terkait dengan agribisnis pertanian. Fungsi Fasilitator Desa ialah mendampingi poktan dalam hal pemberdayaan masyarakat seperti administrasi, manajemen serta motivasi yang diberikan, sesuai dengan tujuan Program READSI yang merupakan bagian kegiatan dari BPPSDMP yaitu untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petani. Semangat para Fasilitator Desa, Penyuluh  dan petani untuk selalu ada di lapangan tidak lepas dari motivasi dari Mentan dan Kepala BPPSDMP.

Peningkatan kemampuan petani dan penguatan kelembagaan petani dapat dicapai diantaranya melalui pertemuan-pertemuan berkala. Yang dimaksud dengan pertemuan berkala bagi petani/pekebun adalah pertemuan petani dalam wadah kelompok tani yang dihadiri oleh para pengurus atau antara pengurus dengan anggota kelompok tani di suatu tempat pada waktu tertentu sesuai dengan aturan dan agenda yang telah disepakati. Kelompok tani merupakan wadah sarana komunikasi dan koordinasi antar Petani. Peningkatan kemampuan petani dan Penguatan kelembagaan ini salah satu misi dari program READSI.

Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Samaenre II  binaan READSI Komoditi Padi Sawah di Dusun II Polewali Desa Kaloloa, Kec. Samaturu, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dihadiri oleh  Fasilitator Desa dan anggota poktan. Dengan agenda Penguatan Modal Kelompok melalui Simpanan kelompok, tindak lanjut rencana Pelaksanaan Sekolah Lapang dan Bimbingan Lanjutan, Persiapan Rencana Pengadaan Alsintan dengan sistem sharing dana 30% dibebankan kepada kelompok dan 70% dibebankan kepada program, penjelasan mengenai Rencana pembangunan Infrastruktur sederhana yang telah disepakati Poktan yaitu berupa jaringan Irigasi Tersier.

Pertemuan rutin ini diadakan setiap 1 minggu sekali yang dihadiri oleh Fasilitator Desa, Penyuluh. Rusli sebagai Fasilitator Desa  mengatakan kepada seluruh angggota kelompok untuk tetap giat dan selalu aktif mengikuti setiap kegiatan kelompok agar tidak ketinggalan informasi informasi yang penting. Dan selalu berkoordinasi dan bekerjasama meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha guna kemajuan kelompok sehingga tercipta kesejahteraan bagi para angggota kelompok tani, ungkapnya.

Abdul malik sebagai ketua kelompok Tani Samaenre Desa Kaloloa juga menambahkan merasa senang dan berterima kasih kepada penyuluh karena penyuluh selalu melakukan pedampingan dan bimbingan ke kelompok taninya, jelasnya.