Luwu Timur – Program yang dijalankan Kementerian Pertanian di Desa Tarengge, Luwu Timur, sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani.

Hal itu terungkap dalam musyawarah desa yang membahas rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa), Kamis (10/11), di aula kantor Desa Tarengge.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan program yang dijalankan Kementan memiliki sejumlah target.

“Seperti meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Muaranya adalah peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan Kementan tidak pernah berhenti berupaya meningkatkan kualitas SDM pertanian.

“Salah satu faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM. Oleh sebab itu, BPPSDMP selalu berupaya agar kapasitas dan kualitas SDM bisa ditingkatkan,” jelasnya.

Salah satu program Kementan untuk meningkatkan kualitas SDM, pendapatan dan kesejahteraan petani adalah READSI yang di antaranya dilaksanakan di Desa Tarengge.

Dalam pelaksanaan Musyawarah Desa, READSI diakui telah banyak membantu petani.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh kepala Desa beserta jajarannya, BPD beserta jajarannya dan juga undangan lain yang diantaranya adalah Fasilitator Desa program READSI untuk wilayah tugas Desa Tarengge.

Musyawarah yang di buka langsung oleh kepala desa ini, menjelaskan tentang rencana kerja Desa Tarengge.
Dalam sambutannya, Anwar, Kepala Desa Tarengge, juga mengucapkan Terima Kasih banyak atas bantuan yang di berikan program READSI untuk Desa Tarengge.

Ia bercerita bahwa bantuan yang di berikan READSI di saat masa pandemi Covid-19, sangat di rasakan manfaatnya oleh warga Desa Tarengge yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Luar biasa kita di Desa Tarengge ini, ketika pandemi covid-19 ada program READSI yang membantu kita, memberikan pupuk, pestisida, benih, dan juga sekolah lapang serta pendampingan dari Fasilitator Desa. Itu semua merupakan Anugrah yang luar biasa bagi kita di Desa Tarengge ini,” jelasnya.

Menurut Anwar, program READSI ini tidak semua Desa mendapatkannya. Oleh sebab itu, ia bersyukur desa yang dia pimpin mendapatkan bantuan lewat program READSI.

Sementara Rahmat Ilyas, ketua BPD, juga menyampaikan bahwa selama program READSI hadir di Desa Tarengge manfaatnya Luar biasa. Apalagi dia juga merupakan petani sawah yang kebetulan lahannya masuk dalam binaan program READSI.

“Program READSI betul-betul memberi manfaat bagi kami masyarakat Desa Tarengge, baik dari bantuan saprodi, alsintan, infrastruktur sederhana dan juga pendampingan lain yang terus menambah pengetahuan petani melalui sekolah lapang,” terang Rahmat.

Manager READSI, Rahmatullah Azis, mengatakan dan kolaborasi harus terus di bangun, sehingga apa yang dikerjakan dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya Capaian program tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari semua pihak, ia berharap FD terus membangun kerjasama dan sinergitas dengan semua pihak.

Fasilitator Desa program READSI untuk Desa Tarengge, Erwin Situmorang, meminta agar kedepan program-program kerja yang akan di laksanakan di Desa Tarengge dapat terus di sinergikan dengan Program yang di Bina oleh READSI.

Erwin member contoh pengembangan UMKM Desa dapat merangkul Kelompok Wanita Tani (KWT) yang di bina READSI sebab dari sisi administrasi dan kelembagaan tentunya sudah cukup baik.

Sebelum menutup kegiatan Musyawarah Desa, Rahmat Ilyas ketua BPD yang juga sebagai moderator acara menyampaikan harapannya agar kedepan semua kegiatan dan rencana kerja di Desa Tarengge dapat berjalan dengan baik.

Di samping itu ia juga berharap agar program READSI masih ada di Desa Tarengge untuk melakukan pendampingan, penyuluhan serta bantuan lainnya terhadap petani di Desa Tarengge.

(Erwin Situmorang-Luwu Timur)