Kabupaten Pohuwato – sistem penanaman Tabela masih kurang diminati oleh petani karena kurangnya pemahaman masyarakat tani sawah. Dengan adanya kegiatan Sekolah Lapang Program READSI pada komoditi padi sawah para Penyuluh sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut telah mempraktekkan cara penanaman padi sawah sistem Tabela dan membuktikan kepada masyarakat keuntungannya. Kabupaten Pohuwato terdapat 3 kecamatan yang mendapat program Readsi yang memiliki komoditi padi sawah yaitu Kecamatan Dengilo, Kec. Patilanggio dan Kec. Taluditi. Di Kecamatan Dengilo dan Kec. Patilanggio baru sekitar 10% yang sudah menerapkan penanaman padi sawah Sistem Tabela sehingga dengan inisiatif para penyuluh untuk melaksanakan kegiatan Sekolah Lapangan dengan sistem penanaman Tabela. Hal ini juga Permasalahan pengembangan tanaman padi selama ini antara lain keterbatasan tenaga kerja, harga sarana produksi semakin mahal, lahan sawah berkurang, dan ketersediaan air yang semakin terbatas.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi budidaya padi sistem Tabela (Tanam Benih Langsung). Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, biaya produksi rendah, hemat penggunaan air dan umur panen lebih cepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Sistem Tabela  merupakan sistem penanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit. Tabela merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan Intensifikasi pertanian berkelanjutan dalam menutupi kelemahan usaha budidaya padi secara konvensional. Seperti kita ketahui bersama bahwa budidaya padi secara konvensional merupakan jenis budidaya padi yang banyak menyerap tenaga kerja, tidak menghemat waktu dan membengkaknya biaya produksi. Oleh karena itu perlu adanya sebuah solusi alternatif untuk dapat menghemat penggunaan tenaga kerja, waktu dan biaya produksi, salah satunya dengan menggunakan sistem tanam Tabela.Populasi tanaman dapat diatur dengan cara penerapan legowo 2:1 atau 4:1, dengan 2 – 4 benih per lubang tanam. Tabela Super Jajar Legowo bisa menghabiskan benih sekitar 25-40 kg/hektar.

Keuntungan sistem tanam Tabela  umur panen lebih cepat 10 – 15 hari dari tanam pindah (Tapin), penanaman mudah dan praktis, hemat biaya, hemat tenaga, jumlah anakan tidak produktif menurun dan hemat benih. Tabela Super juga lebih efisien sehingga biaya produksi lebih murah dan keuntungan petani pun diharapkan juga semakin meningkat. Pemupukan tanaman dilakukan dengan memberikan pupuk jenis anorganik jenis Urea 150 Kg/ ha dan Phonska 350 Kg/ha. Pemupukan diberikan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pertama pada umur 7 – 14 hst dengan jumlah pupuk Urea 25 Kg dan Phonska 50 Kg, kedua pada umur 35 – 42 Hst dengan jumlah pupuk Urea 75 Kg dan Phonska 100 Kg dan ketiga pada umur 55 – 60 Hst dengan jumlah pupuk Urea 50 Kg dan Phonska 200 Kg.

Bila dibandingkan antara penggunaan cara biasa dengan cara tabela, maka cara tanam tabela akan memberikan beberapa keuntungan antara lain: Biaya tenaga kerja diluar panen 25-30% lebih rendah, Biaya sarana produksi 5-10% lebih rendah, Memperpendek umur panen, Hasil per hektar 10-25% lebih tinggi dan kualitas gabah maupun beras lebih tinggi dan lebih bagus.

Di Kecamatan Patilanggio Desa Dudepo Pada Kegiatan SL Tahun 2019 telah dilaksanakan Penanaman Sistem Tabela dan Telah dibuktikan bahwa hasil produksi dari sistem tabela jauh lebih tinggi produksinya serta dapat menghemat biaya, tenaga dan waktu.

Kekurangan tanam padi sistem Tabela invasi dan pertumbuhan gulma yang sangat cepat pada fase pertumbuhan awal tanaman padi, kemampuan petani dalam pengadaan mesin tanam, serta tidak adanya sarana produksi yang memadai seperti herbisida, dan pestisida selektif. Penerapan Tabela jenuh air juga lebih rentan terhadap gangguan hama khususnya tikus, keong mas, dan burung pipit, Resiko kerebahan tanaman tinggi dan Pengolahan lahan harus sempurna.

Dalam penggunaan air pada area sawah ada beberapa hal yang perlu diketahui anatara lain : jumlah air haruslah dapat menggenangi sawah dengan merata dan setelah penanaman, sawah harus dikeringkan 2 – 3 hari sedikit demi sedikit.