Kegiatan monitoring penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian proses dan capaian sesuai rencana. Oleh karenanya, Program READSI di pusat, provinsi dan kabupaten melakukan monitoring ke kelompok tani sasaran. Dengan tujuan, jika ditemukan penyimpangan atau keterlambatan pelaksanaan kegiatan, maka akan segera dilakukan pembenahan sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target.

Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menginginkan Kementerian Pertanian dapat memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah pandemi. SYL meminta Kementan untuk menggencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa pertanian tidak boleh berhenti. Dedi juga selalu menegaskan bahwa, “Pertanian harus tetap berjalan, petani harus tetap turun ke ladang, sawah, kebun, dan penting untuk tetap ikuti protokol pencegahan Covid-19. Pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia”.

Selain dukungan Pemerintah Pusat, dukungan Pemerintah Daerah pengelola Program  melalui Dinas Pertanian yang menerima dukungan Program READSI bagi kelompok tani di wilayahnya, untuk terus mendorong para petani menjaga ketahanan pangan

Berdasarkan monitoring yang dilakukan Ridas Tologugu sebagai Fasilitator Desa Uranosari di lahan milik I Nyoman Sujana, dengan luas lahan 1 Ha dan Didik Suhendri, dengan luasan lahan : 0,80 Ha.  Berdasarkan data hasil ubinan yang dilakukan bersama PPL di peroleh data peningkatan hasil panen petani, dari sebelumnya 5,700 ton/ha  hasil panen saat ini mencapai 7,200 Ton/Ha.

Pengakuan Didik Suhendri selaku petani padi poktan Fajar Harapan, Desa Uranosari, kec Pamona Barat terdapat peningkatan hasil panen saat ini, adalah merupakan dampak dari intervensi Program READSI melalui Pelatihan-pelatihan (SL), bantuan saprodi dan adanya Pendampingan PPL serta FD yang intens.

Adapun harapan petani, dengan adanya Program READSI adalah petani semakin memiliki kepercayaan diri, pola pikir, perilaku, serta pola kerja yang partisipatif, dalam mengelola usahanya. Sehingga dengan demikian petani akan menjadi petani unggul,maju, mandiri dan modern.