Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020 telah mempengaruhi banyak sektor, tidak terkecuali sektor pertanian.  Namun arahan Menteri Pertanian bahwa pertanian tidak boleh berhenti di tengah wabah ini. Akan tetapi pelaku pertanian harus mematuhi dan mengikuti anjuran pemerintah, demi memutus rantai penyebaran virus ini.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M selalu mengingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Menjaga kesehatan kita dan keluarga dengan selalu mematuhi protokol covid serta jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang bergizi dan dapat menambah daya tahan tubuh. Apabila kita sehat, maka kita dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian ditengah pandemi Covid-19 saat ini”, ujar Bustanul.

Di tengah pandemi, READSI tetap memberikan dukungan bagi petani di wilayah sasaran lewat fasilitator desa. Karena salah satu komponen READSI adalah Pengembangan Mata Pencaharian di Perdesaan, dengan sub komponen promosi perbaikan gizi. Oleh karenanya, READSI sangat mendorong keterlibatan perempuan dalam kelompok sasaran program. Dengan harapan meningkatnya peran serta produktivas wanita tani sebagai pengurus rumah tangga dan pencari nafkah (tambahan maupun utama). Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, menuju pencapaian perbaikan gizi keluarga.

Seperti kegiatan yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Mawar di Desa Buntu Babang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. KWT ini mulai memproduksi media tumbuh tanaman berupa pot yang terbuat dari ban mobil bekas dan mulai dipasarkan di sekitar desa. Linda selaku ketua KWT menyampaikan bahwa READSI memberikan dukungan nyata bagi kelompoknya. “Sekarang Penyuluh Pertanian tidak kerja sendiri, ada Fasilitator Desa juga yang dampingi kelompok, jadi bisa memberikan masukan dan ide-ide baru untuk kelompok. Sejak 2012 KWT ini ada hanya bertanam sayur untuk kebutuhan rumah tangga, kini kita percaya diri dan mulai berani membuat pot dari ban mobil bekas”, tegas Linda.

Ichsan FD desa Buntu Babang mengaku senang dapat mendampingi KWT Mawar. “KWT Mawar seluruh anggotanya sangat aktif , suka belajar hal baru dan yang terpenting punya kemauan. Sekarang saya dan Penyuluh pertanian lagi mencoba mencari pasar dari produk nya KWT ini”, ujar Ichsan.