Program READSI terdiri dari 4 (empat) komponen:

  • Komponen 1 – Village Agriculture and Livelihoods Development (Pengembangan Pertanian dan Matapencaharian di Perdesaan);
  • Komponen 2 – Services, Inputs and Market Linkages (Peningkatan Pelayanan Penyuluhan Pertanian, Penyediaan Saprodi Dan Pemasaran);
  • Komponen 3 – Policy (Kebijakan);
  • Komponen 4 – Strategy Development Support (Dukungan Pengelolaan Program).

Komponen 1 – Pengembangan Pertanian dan Matapencaharian di Perdesaan
Komponen ini akan meningkatkan kemampuan kelompok miskin dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan prioritas pembangunan mereka secara menyeluruh dan transparan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya dan peluang yang ada, melalui:

  1. Pemberdayaan keterampilan aparat desa dalam melakukan identifikasi, perencanaan, pengelolaan dan memonitor kegiatan pembangunan;
  2. Pelibatan rumah tangga miskin dan hampir miskin dalam proses pembangunan; dan
  3. Perbaikan keterkaitan antara proses perencanaan tingkat desa dengan perencanaan dan manajemen di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Komponen 1 terdiri atas 4 (empat) sub komponen yang meliputi:

  1. Pengorganisasian Masyarakat
    Sub komponen ini terdiri dari beberapa kegiatan berikut : 1) Pengadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selanjutnya akan merekrut fasilitator desa, supervisor kecamatan, koordinator fasilitator kabupaten, koordinator fasilitator provinsi dan koordinator pusat; 2) pengadaan konsultan individu (Social Mobilization Spesialis); 3) Pelatihan Fasilitator; 4) pertemuan tukar menukaar pengetahuan/pengalaman (Knowledge sharing meetings); dan 5) pengadaan perlengkapan bagi fasiltator.
  2. Pertanian dan Mata pencaharian;
    Sub komponen ini terdiri dari sejumlah kegiatan yang dibagi berdasarkan kelompok komoditas, secara garis besar kegiatan pada sub komponen ini terdiri atas: 1) Pelatihan budidaya dan pascapanen; 2) pelatihan penggunaan dan pemeliharaan alsintan; 3) Paket bantuan Saprodi; 4) Bantuan alat dan mesin pertanian; 5) Bantuan peralatan pendukung pasca panen; 6) Pengembangan usaha non pertanian; 7) Infrastruktur untuk mendukung usaha pertanian dan non pertanian; 8) Forum Pertemuan petani di tingkat desa; 9) Pemberian penghargaan bagi kelompok tani di tigkat kabupaten.
  3. Simpan Pinjam dan Pengelolaan Keuangan;
    Sub komponen ini terdiri dari sejumlah kegiatan yaitu: 1) Pelatihan dasar bagi pengurus LKMA; 2) Pelatihan lanjutan bagi pengurus LKMA; 3) In-Class training untuk pengurus LKMA; 4) Pelatihan pengelolaan keuangan untuk petani dan keluarganya.
  4. Promosi Perbaikan Gizi
    Sub komponen ini terdiri dari kegiatan: 1) Peningkatan Kesadaran perbaikan gizi; dan 2) Sosialisasi perbaikan gizi untuk memotivasi perubahan perilaku terhadap pentingnya gizi.

Komponen 2 – Peningkatan Pelayanan Pertanian, Penyediaan Saprodi dan Pemasaran
Komponen ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian, menjamin ketersediaan saprodi tepat waktu serta peningkatan akses pasar bagi kelompok peserta program READ-SI.
Komponen 2 ini terdiri dari 5 (lima) sub komponen kegiatan yang meliputi:

  1. Peningkatan Pelayanan Penyuluhan Pertanian
    Sub-komponen ini terdiri dari kegiatan : 1) pelatihan bagi penyuluh pertanian; 2) Review materi dan kurikulum pelatihan penyuluhan di Balai Besar Pelatihan Pertanian/Peternakan; 3) Perbanyakan materi penyuluhan untuk petani berdasarkan hasil review; 4) Perbaikan fasilitas sarana dan prasarana penyuluhan di kecamatan; dan 5) Perbaikan sasilitas di BBPP Kupang dan BBPP Batangkaluku.
  2. Pengembangan Kelembagaan Keuangan
    Sub-komponen ini mencakup sejumlah kegiatan yang terkait dengan pengadaan konsultan keuangan tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, penganggaran perjalanan konsultan dan perlengkapan konsultan.
  3. Sistem Pengadaan Benih
    Sub komponen ini mencakup kegiatan: 1) Sertifikasi Benih; 2) Penyediaan benih padi varietas baru; dan 3) uji coba padi varietas baru.
  4. Dukungan pelayanan dan Pemasaran bagi Petani Kakao (Public Private Partnership) hanya di Provinsi Sulawesi
    Sub komponen ini mencakup kegiatan kemitraan dengan PT Mars dan Mondelez. Kemitraan dengan PT Mars mencakup: 1) Pengembangan sumber daya manusia dibidang budidaya kakao; 2) pelatihan monitoring dan evaluasi untuk perkembangan kakao; 3) pengembangan dan pemberdayaan Balai Pelatihan Pertanian dalam bidang pelatihan budidaya kakao; 4) fasilitasi bagi kelompok tane eks peserta Proyek READ untuk pengembangan model Cocoa Development Centres (CDC); dan 5) pengembangan system pelatihan dan pelaporan berbasis online dalam aplikasi e-cocoa. Sedangkan kerjasama dengan Mondelez meliputi kegiatan: 1) pelatihan petani kakao, demplot dan paket bantuan saprodi; 2) perluasan pembibitan dan peningkatan jumlah clone kakao; dan 3) penumbuhan wirausaha muda bidang kakao.
  5. Pelayanan Peningkatan Produksi dan Kesehatan Hewan di Provinsi NTT
    Sub komponen ini meliputi kegiatan: 1) pelatihan bagi teknisi ternak; 2) pengadaan perlengkapan teknisi ternak; 3) dukungan untuk transportasi dan komunikasi teknisi ternak yang dilatih; dan 4) perbanyakan bahan publikasi.

Komponen 3 – Policy (Kebijakan)
Komponen ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas lembaga pemerintah di pusat dan daerah dalam mengumpulkan informasi, menganalisisnya, serta pengetahuan yang diperlukan sebagai bukti tentang investasi dan pemberian pelayanan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan perdesaan. Komponen ini akan dibiayai oleh dana hibah dari IFAD, dan sepenuhnya dilaksanakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).

Komponen 4 – Dukungan Pengelolaan Program (Strategy Development Support)
Komponen ini dimaksudkan untuk mendukung pengelolaan dan koordinasi Program READ-SI melalui struktur tata pemerintahan yang ada.
Komponen ini akan mendukung pembentukan:

  1. National Steering Committee yang akan menyiapkan panduan kebijakan;
  2. National Programme Management Office (NPMO) di Badan PPSDMP – Kementerian Pertanian, untuk mendukung pelaksanaan Program READ-SI di tingkat provinsi, kabupaten dan desa;
  3. Provincial Programme Support Unit (PPSU) di dinas yang menangani penyuluhan pertanian di tingkat propinsi lokasi program READ-SI. PPSU akan memfocuskan pada fungsi adminsitrasi program, misalnya laporan keuangan, monitoring dan evaluasi, serta perencanaan. PPSU juga akan memberikan dukungan ke DPMO. PPSU merupakan unti pendukung dan tidak akan melaksanakan kegiatan di tingkat kabupaten;
  4. District Programme Management Office (DPMO) dibentuk di dinas yang menangani penyuluhan pertanian di tingkat kabupaten lokasi Program READ-SI. DPMO bertanggung tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan READ-SI di kabupaten, terutama kegiatan Komponen 1.