Sambas, 5 Februari 2021– Penyuluh Pertanian, Tenaga Ahli Pemberdayaan READSI dan Fasilitator Desa bersama anggota kelompok tani Usaha Bersama menyambut baik panen padi perdana varietas Taiwan di lahan bersama kelompok. Terletak di Desa Kuala Pangkalan Keramat Kecamatan Teluk Keramat, kelompok Usaha Bersama merupakan salah satu sasaran Program READSI di Provinsi Kalimantan Barat.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) ingin Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah pandemi. SYL meminta Kementan untuk menggencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian mengingatkan bahwa pertanian tidak boleh berhenti. Dedi juga selalu menegaskan bahwa, “Pertanian harus tetap berjalan, petani harus tetap turun ke lading, sawah, kebun, dan penting untuk tetap ikuti protokol pencegahan Covid-19. Pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia”.

Selain dukungan Pemerintah Pusat, dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pertanian yang menerima dukungan Program READSI bagi kelompok tani di wilayahnya, untuk terus mendorong para petani menjaga ketahanan pangan.

“READSI memberikan pembinaan dan latihan-latihan secara langsung dalam bentuk sekolah lapang yang telah diberikan oleh tenaga penyuluh agar petani dapat mengatasi  permasalahan dilapangan dan dapat berproduksi secara optimal”, ujar Hery Pramono selaku Penyuluh Pertanian Desa Kuala Pangkalan Keramat.

Berdasarkan informasi dari ketua kelompok tani usaha bersama Bapak Catur wulan bahwa panen padi varietas taiwan dengan luas lahan sekitar 1 hektar menghasilkan panen sebanyak 3,7 ton per hektarnya. Hasil panen tahun ini mengalami peningkatan setelah petani mendapatkan pelatihan dalam kegiatan Sekolah Lapang Program READSI, salah satu pelatihan yang diterapkan oleh petani adalah menerapkan teknik penanaman sistem tandur legowo dengan sistem 4 : 1.

Sulaiman selaku Fasilitator Desa Kuala Pangkalan Keramat juga menambahkan bahwa, “Kelompok Tani Usaha Bersama ini memiliki anggota sebanyak 25 anggota dan rata-rata memiliki lahan seluas 1 hektar sehingga pada kelompok tani usaha bersama ini saja dapat menghasilkan produksi padi sebesar 92,5 Ton. Mengenai harga padi kering di pasaran tingkat kecamatan Teluk Keramat sekitar Rp. 4,600 / kilo gram, sedangkan harga beras Rp. 10,000 / Kilo gram”.

Ketua Kelompok Usaha Bersama, Bapak Catur Wulan berharap untuk lebih meningkatkan produksi hasil pertanian khususnya padi dibutuhkan teknologi yang tepat guna, penggunaan bibit yang baik, sistem penanaman dan cara memanen.

“READSI sudah menambah ilmu lewat sekolah lapang, Cuma kedepannya kami berharap READSI bisa merubah cara tradisional baik sistem ketam maupun sistem digilas menggunakan kaki ataupun dipukulkan sehingga cukup banyak bulir padi yang terbuang, dan juga tidak kalah pentingnya adalah pemasaran, oleh karena itu petani berharap bantuan dari Pemerintah terutama dari Program READSI”, lanjut Catur.