Sambas, Selasa 9 Februari 2021

Dalam menjaga serta meningkatan imunitas tubuh, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberi arahan untuk menggalakkan budidaya rempah-rempah dan tanaman obat di seluruh pelosok Indonesia.

“Jangan hanya ditanam, sebaiknya mengkonsumsi minuman rempah-rempah ini untuk meningkatkan imunitas mencegah Virus Corona 19 dan berbagai penyakit lainnya. Bagi petani, bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan”, pungkas SYL.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyatakan bahwa Pertanian menjadi sektor penentu selain bidang Kesehatan. Selain menjaga ketahanan pangan, Dedi juga menekankan untuk meningkatkan imunitas lewat tanaman obat pekarangan.

Di tahun kedua pandemi Covid-19, READSI tetap memberikan dukungan bagi petani di wilayah sasaran lewat Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten juga pemberdayaan lewat Tenaga Ahli Kabupaten serta Fasilitator Desa. Dalam upaya peningkatan perbaikan gizi, READSI sangat mendorong keterlibatan perempuan dalam kelompok sasaran program. Dengan harapan meningkatnya peran serta produktivas wanita tani sebagai pengurus rumah tangga dan pencari nafkah (tambahan maupun utama). Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, menuju pencapaian perbaikan gizi keluarga.

KWT Srikandi, salah satu kelompok sasaran Program READSI yang berasal dari Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran beranggotakan 25 wanita tani.  KWT ini fokus dalam mengolah lahan pekarangan dengan berbagai jenis tanaman obat-obatan seperti jahe, kencur dan kunyit.

“Tanaman obat-obatan tesebut khususnya Jahe selama masa pandemi Covid-19 banyak dicari oleh pedagang bahkan pengumpul untuk dijadikan obat herbal, untuk harga pasaran jahe di tingkat pasar kecamatan per kilo gramnya adalah Rp. 25.000.”ujar Lena, Ketua KWT Srikandi.

Tetapi dengan adanya Program READS, KWT didorong untuk meningkatkan kreatifitas,  salah satunya adalah membuat olahan jahe, kunyit, kencur menjadi produk herbal instan untuk kesehatan yang dikemas dengan baik sehingga memiliki nilai jual. Perkemasan ukuran 200 Gram dapat dijual dengan harga Rp. 20.000,-.

“Jahe Instan berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, mengobati sakit kepala, batuk, penawar racun, menguatkan kekebalan tubuh, menjaga kondisi jantung serta mengatasi mual dan masuk angin. Sedangkan untuk produk kunyit asam berkhasiat untuk melancarkan haid dan juga mencerahkan kulit. Begitu juga produk beras kencur yang berkhasiat untuk meningkatkan kesuburan, menurunkan stress, keunggulan produk olahan kami adalah tidak menggunakan bahan kimia“jelas Lena Erviana, Ketua Poktan KWT Srikandi.

Dengan pendampingan Fasilitator Desa Program READSI untuk pemasaran produk unggulan yang dibuat oleh KWT Srikandi telah difasilitasi menggunakan facebook sehingga jaringan pemasaran lebih luas.

Dalam memproduksi herbal instan tersebut, saat ini KWT Srikandi hanya mampu memproduksi sebanyak 6 Kilogram dalam seminggu. Kedepannya diharapkan dapat meningkat produksinya dan jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi bahkan akan sampai di Ibukota Provinsi.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M selalu mengingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Menjaga kesehatan kita dan keluarga dengan selalu mematuhi protokol covid serta jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang bergizi dan dapat menambah daya tahan tubuh. Apabila kita sehat, maka kita dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian ditengah pandemi Covid-19 saat ini”, ujar Bustanul.