Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti walau ditengah wabah seperti sekarang ini. Mentan mendorong semua tingkatan untuk tetap bekerja mendampingi petani sebagai ujung tombak dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. “kecanggihan teknologi ini mampu mempertemukan kita semua, urusan pangan 267 juta rakyat Indonesia tetap harus ditangani dengan baik, kita harus bekerja lebih keras. Petani harus dimotivasi dan tetap disemangati,” ujarnya.

Mendukung arahan Mentan, Dedi Nursyamsyi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), menyatakan bahwa “masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa”. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini.

Dalam mendukung arahan Mentan, READSI sebagai salah salah satu program yang bertujuan memberdayakan petani di daerah sasaran program terus memberikan dukungan bagi petani di wilayah sasaran. Di 342 desa yang terdiri dari 18 Kabupaten wilayah sasaran, selain memberikan dukungan dan pemberdayaan petani, READSI juga mendorong Dinas Pertanian Kabupaten untuk lebih berperan aktif dalam melakukan pendampingan dan menggali potensi di wilayah masing-masing. Pada kesempatan kali ini di Kabupaten Poso yang merupakan daerah sasaran READSI melakukan percepatan aktivitas tanam padi di beberapa poktan binaan READSI.

Kepala Dinas Pertanian Poso, Suratno, SP, M.Si menuturkan bahwa READSI sangat berdampak baik pagi petani di kabupaten Poso. “terima kasih kelompok tani di desa Pada kecamatan Lore Selatan dibawah pendampingan program READSI sudah melaksanakan Instruksi Menteri pertanian RI yaitu melaksanakan Gerakan Percepatan tanam Padi dalam upaya mengantisipasi musim kemarau panjang yg diperkirakan akan mulai bulan Juni pekan depan”, jelas Suratno.

“Perlu kami sampaikan bahwa wilayah Lore Selatan memiliki varietas padi unggul lokal Organik yang dikenal produknya dengan Beras Kamba, meskipun umurnya lebih panjang namun masyarakat di wilayah tersebut sangat menggemari Beras Kamba yang rasanya pulen dan enak yg membuat semangat para Petani menanam padi Kamba karena harganya lebih mahal dari beras varietas unggul lainya kalau beras lain laku dikisaran Rp. 10.000/kg beras Kamba dibeli oleh konsumen dengan harga Rp. 15.000 – 17.000 per kg, sambung Suratno.

Manager READSI Kabupaten Poso, Mardianus Tampoma, SP menambahkan dengan semangat pasca Sekolah Lapang READSI di 2019 sudah terapkan dilahan masing-masing. “semangatnya yang bagus, beberapa seperti punya semangat tambahan, contohnya bapak Pertu Wengkau dari poktan Dide 2 yang sekarang melakukan percepatan tanam di lahan miliknya sekitar 1ha ada juga pak Helon yang siap tanam pula dilahannya seluas 1 ha”. Dengan harapan hasil panen nanti dapat maksimal, sehingga menambah semangat para petani.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya selalu mengingatkan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga lewat protocol keamanan Kesehatan dalam penanganan penyebaran Covid-19. “jangan lupa cuci tangan di air mengalir dan usahakan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar meningkatkan imunitas tubuh kita, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.