Dalam upaya meningkatkan produksi pertanian di kelompok sasaran, READSI mendukung penuh arahan Menteri Pertanian dalam dorongan kegiatan pertanian berkelanjutan. Selain produksi kelompok tani tanaman pangan, komoditi seperti Kakao juga mendapat perhatian khusus.

Untuk produksi kakao, dalam pengembangan peningkatan produksi, READSI berupaya menumbuhkan Cocoa Doctor/Petani Inovatif di tiap desa sasaran program READSI yang diharapkan dapat memberikan solusi peningkatan produktivitas tanaman dan pendapatan petani kakao. Ini dilakukan agar petani dapat memproduksi kakao yang berkualitas dan berkelanjutan. Dimana READSI berupaya mendukung program Kementerian Pertanian menjadikan petani Maju, Mandiri, Modern.

READSI bekerjasama dengan PT. MARS Symbioscience dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian Petani, Penyuluh, Widyaiswara serta Dosen Guru SMKPP di UPT Pusat dan Daerah. Kesepakatan kerjasama dituangkan lewat nota kerjasama yang disetujui bersama pada Juli 2018. Selama kurun waktu empat tahun, READSI dan MARS berkomitmen melatih sebanyak 555 orang dengan berbagai pelatihan teknis Agronomi Kakao, Bisnis Kakao, Master TOT dan Monitoring dan Evaluasi (Adoption-Observation) dengan durasi 17 s.d 30 hari di MARS Academy-Tarengge Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan.

Salah satu petani kakao, Samsu yang berasal dari Desa Salurengko Kec. Wawo Kab. Kolaka Utara mengungkapkan semangatnya kembali setelah adanya dukungan Program READSI. Samsu juga mendorong petani di sekitarnya agar dapat kembali semangat dalam produksi kakao.

“Saya mengajak seluruh petani untuk semangat lagi tanam dan urus coklat. Terlebih kelompok kami sudah dapat bansos READSI, sebelumnya kita juga sudah dilatih di sekolah lapang seperti aplikasi pemupukan, herbisida, fungisida, penggunaan pestisida, pemangkasan, pengendalian hama penyakit serta proses panen dan pasca panen”, tambah Samsu.

Dengan lahan seluas 80 are, Samsu menanam jenis klon 45/MCC02 dan S2 sebanyak 650 pohon. Produksi tanaman kakaonya pada tahun 2020 yaitu, panen trek 20 kg/bln dengan interval waktu 6 bulan. Panen biasa 30 kg/bln dengan interval waktu 4 bulan. Panen raya 40 kg/2 pekan dengan interval waktu 2 bulan.

Akumulasi produksi panen trek sebanyak 120 kg dalam 6 bulan, panen biasa 120 kg selama 4 bulan, dan panen raya 320 kg selama 2 bulan. Sehingga total produksi 1 musim panen yang di peroleh Samsu sebanyak 560 kg.

“Saya dapat sekitar 560 kg 1 musim dengan harga rata-rata kakao kering 3 hari itu 30 ribu, jadi ya lumayan dapatnya 16.800.000 per tahun”, Samsu menjelaskan. Samsu menambahkan dari hasil kakao tersebut, ia mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk biaya sekolah anak-anaknya.