Dalam mewujudkan petani Indonesia yang Maju, Mandiri dan Modern Program READSI tidak hanya  memberikan pelatihan bagi petani dalam bentuk Sekolah Lapang. READSI juga memberikan pelatihan bagi penyuluh di wilayah program, karena fungsi penyuluh yang dianggap sangat penting dalam kesuksesan program. Adapun peran penyuluh pertanian diantaranya memberikan pengetahuan tambahan berupa ilmu pertanian bagi petani ,penyesuaian program nasional dan regional agar dapat dilaksanakan oleh petani dalam rangka mensukseskan program, serta memberikan kegiatan berupa pendidikan non formal yang dilakukan secara terus-menerus untuk mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis dan masalah-masalah pertanian yang terus berkembang.

Pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 16 sampai 22 Maret 2020 di kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah. Dimana pada kesempatan kali ini pelatihan yang diberikan adalah pengelolaan pekarangan bagi penyuluh pertanian READSI  yang terdiri dari 19 orang penyuluh dari Kabupaten Parigi Moutong dan 19 orang penyuluh dari  Kabupaten Tolitoli.

Pada kesempatan tersebut Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi  Sulawesi Tengah  mengapresiasi seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir. Adapun harapan bahwa peserta pelatihan dapat mengimplementasikan dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan. Trie mengharapkan usai mengikuti pelatihan para Penyuluh Pertanian di wilayah Program READSI dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pengetahuan sehingga petani yang didampingi bisa memanfaatkan pekarangan sesuai potensinya. “Kedepannya produk pertanian yang dihasilkan diharapkan sampai kekonsumen tanpa perantara”, tegas Trie.

Trie menyimpulkan bahwa Program READSI sudah memberikan dampak nyata dalam peningkatan pengetahuan Penyuluh Pertanian di wilayah program, sehingga diharapkan penyuluh pertanian  dapat mendorong pemanfaatan pekarangan. “Sesuai tujuan akhir program ini adalah peningkatan pendapatan bagi petani pekarangan dan menjual produk yang bernilai ekonomi bagi keluarga, hal ini hanya terjadi jika terjalin sinergitas yang baik antara pusat, dinas provinsi dan kabupaten, tenaga ahli juga fasilitator juga keinginan dari petaninya”.