Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia untuk mengoptimalisasi sektor pertanian ke depan. Menurut dia, sektor pertanian merupakan sektor yang paling menjanjikan karena akses pasar yang sudah terbuka lebar.

Karena itu, saya mengajak para Bupati, Gubernur dan semua elemen pemerintah daerah untuk terus mengawal dan mendukung program pertanian,” katanya.

Menanggapi arahan Menteri, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mendukung arahan  Mentan untuk terus mengawal ketahanan pangan.

“Pertanian harus kuat, pertanian mampu jadi penggerak ekonomi. Tidak bisa dikesampingkan kerjasama pemerintah pusat sampai level desa sangat penting, pertanian harus maju terus”, tegas Dedi Nursyamsi.

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Desa Sibatang, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong yang ke-57 tahun, serta memeriahkan  Maulid Nabi Muhammad Saw. Masyarakat  Desa mengadakan lomba pekarangan, lomba memasak , lomba olahaan hasil pertanian dan lomba pembukuan adminitrasi READSI (19/10).

Perayaan HUT Desa Sibatang tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, lantaran berlangsung pada masa pandemi Covid-19.  Jika sebelumnya rangkaian perayaan HUT Desa Sibatang Kecamatan Taopa lebih  banyak diisi dengan kegiatan lain-lainya. Meskipun begitu, camat,  beserta kepala desa yang berlangsung secara khidmat.

Camat  Taopa , Sudaso,S.sos sampaikan dengan momentum ulang tahun Desa Sibatang ke-57, kita perkuat silahturahmi dan menyatu untuk bersinergi dalam menjaga kamtibmas dan keutuhan NKRI, dengan menjaga kesatuan dan persatuan ini kita akan membangun keamanan di wilayah dengan lebih intensif secara bersama-sama.

“ Selamat HUT Desa Taopa ku tercinta yg ke-57 tahun, Desa Sibatang tangguh produktif bersama READSI,” singkatnya. “

Kades Sibatang , Iriyanda  mengucapkan selamat ulang tahun Desa Kita Desa Sibatang yang ke-57, Walaupun di tengah pandemi  semangat yang besar menghantarkan  kita  menjadi maju dan kompak.

Kita harus banyak bersyukur karena desa kita terpilih dalam program READSI. Program ini sangat berdampak pada petani karena bantuan seperti pelatihan SL, bantuan Saprodi, hingga Alsintan di tahun 2021. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dapat kita lihat sekarang hasilnya tanaman pekarangan tersebut membantu memperindah halaman juga dapat menghemat uang belanja serta meningkatkan perekonomian.

“ Semoga wabah corona covid-19 ini segera berakhir dan kita kembali hidup dalam kehidupan normal” ucapnya.

Tenaga ahli pemberdayaan Kabupaten Parigi Moutong, Ebit Camurung mengatakan bahwa program READSI telah masuk tahun ke-3 oleh karenanya semua kelompok harus memaksimalkan program ini. Ada 7 kelompok  di desa Sibatang yang terdiri dari komoditi Padi, Pekarangan, Hortikultura, Kakao, dan perkebunan, dimana kelompok tani telah mendapatkan pelatihan sekolah lapang sebanyak 12 kali.

Harapan saya program ini tidak menjadi sia-sia  semua kelompok tani READSI wajib mengadopsi materi-materi yang telah di paparkan agar mampu meningkatkan produksi.

“Saya akan berkoordinasi dengan Fasiltator Desa untuk terus mendampingi poktan dari segi adminitrasi, pendampingan hingga akses KUR. Hal ini tidak lain bertujuan untuk mencapai tujuan program  yaitu petani menjadi sejahtera”,sambung Ebit.

Program Rural Empowerment Agriculture Development Scaling up Innitiative (READSI) Kementerian Pertanian (Kementan) terus dioptimalkan dalam mendukung pertumbuhan produksi pangan pertanian daerah. Dimana Tujuan program ini meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Dibawah komando Pusat Pelatihan Pertanian yang selalu mendukung program utama Kementerian Pertanian yaitu menciptakan SDM pertanian yang Maju, Mandiri, dan Modern diantaranya melalui pelatihan-pelatihan petani. Pelatihan-pelatihan tersebut menjadi salah satu kegiatan Program READSI yang  diharapkan akan menciptakan petani-petani mandiri.

Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk Petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya lahan yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program, Petani aktif dan memiliki potensi sebagai, agen perubahan untuk memotivasi petani lainnya terutama kelompok miskin dan memperbaiki penghidupannya, Petani yang tidak memiliki lahan, petani pemilik lahan sempit dan kepala keluarga perempuan yang akan dilibatkan secara langsung dalam usaha pengembangan lahan pekarangan, nomfarm, kegiatan perbaikan gizi dan kegiatan pengelolaan keuangan.