Kabupaten Luwu– Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak seluruh lapisan masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Mentan menambahkan bahwa, pangan lokal yang sehat dan bergizi dapat diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar kita.

“Seluruh dunia menghadapi pelemahan ekonomi dan dampak pandemi, jawabannya adalah pertanian. Disekitar rumah kita bisa ditanami berbagai komoditas pangan, untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Misalnya ada sayuran yang bisa dipetik 20 hari, ada yang satu bulan. Kita bisa menghemat pengeluaran” tegas Mentan SYL .

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsyi menyatakan bahwa pangan adalah hal bagi suatu bangsa. Oleh karenanya  pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian. “Seperti penjelasan pa Menteri, jika pekarangan dikelola dengan serius, bisa menambah pendapatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga”, ujar Dedi.

Dalam mendukung arahan Menteri Pertanian, Program READSI melalui Fasilitator Desa dan Penyuluh Pendamping telah melakukan pembinaan kelompok wanita tani yang berfokus pada budidaya berbagai tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Oleh sebab itu, Guna mendukung keberhasilan pemanfaatan pekarangan oleh ibu Kelompok Wanita Tani, Dinas Kesehatan Kab.Luwu Mengadakan Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Perbaikan Gizi keluarga Melalui Pemanfaatan Pekarangan yang berkerjasama dengan READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative)  yang dihadiri secara langsung oleh bapak  dr. H. Makhdur M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kab.Luwu.

Selain Kadis Kesehatan Kab.Luwu dan jajarannya, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Salu Induk, Kec.Bupon. Kab.Luwu pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2020 ini dihadiri juga oleh peserta yang berasal dari keterwakilan Anggota Dewan Komisi II, Perwakilan Pemdes Salu Induk, Kader PKK, Ibu Hamil, Ibu Bayi dan Balita, Serta Perwakilan dari Ibu-Ibu Kelompok Wanita Tani Al-Hidayah.

Dalam Sambutannya Kadis Kesehatan Kab.Luwu menyampaikan kegiatan sosialisasi dan praktek PMBA ini diharapkan nantinya akan meningkatkan perubahan perilaku terhadap perbaikan gizi keluarga,  “Kegiatan ini Bukan sekedar acara seremonial belaka, tetapi kegiatan yang sifatnya berkelanjutan, oleh karena nya ibu ibu sekalian diharapkan memperhatikan pemaparan materi dengan sebaik-baiknya agar ibu-ibu tau bagaimana Perilaku yang yang seharusnya dilakukan agar Gizi keluarga kita bisa kita dapatkan hanya dengan memanfaatkan pekarangan kita dan ibu -ibu juga nantinya bisa mempraktekkan teknik PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) secara benar dan tepat”, Ujar Makhdur.

Lebih lanjut, Kegiatan Sosialisasi ini berjalan dengan dipandu dua pemateri yang berasal dari bidang gizi dinas kesehatan kab.luwu yaitu bapak  H.Abd. Azis SKM, M.Kes Dengan Materi Perbaikan Gizi Keluarga  dan perwakilan puskesmas Bupon yaitu ibu Nurmiati S.ST dengan materi dan sekaligus Praktek  Pembuatan Bubur dan Praktek Pemberian Makanan Bayi dan Balita. Kedua pemateri Berhasil menginspirasi dan membuat para peserta yang hadir sadar akan pentingnya perbaikan gizi keluarga.

Seperti yang disampaikan oleh Naimah sebagai perwakilan dari KWT Al-Hidayah yang dalam diskusi mengatakan “bahwa makanan yang mengenyangkan saja itu tidak cukup dan belum tentu memenuhi gizi keluarga, kita harus liat juga dari komposisi makanannya dimana dalam satu piring semestinya ada nasi, daging, dan sayuran”, Ujarnya. “Berdasarkan hal ini pula saya juga memahami bagaimana saya harus memanfaatkan pekarangan rumah saya agar gizi rumah tangga saya bisa saya dapatkan dengan mudah tanpa harus pergi jauh dan mengeluarkan modal yang besar”. Lanjut Naimah.

Tak mau kalah perwakilan dari ibu hamil, Ibu bayi dan balita Yaitu ibu Sualsikin juga menyampaikan “saya juga baru menyadari arti penting dari pemberian gizi yang tepat sejak 1000 hari pertama kehidupan, dulu anak saya yang pertama mulai dari kandungan sampai diusianya yang sekarang yaitu 12 tahun saya tidak memperhatikan hal-hal Seperti yang disampaikan oleh pemateri tadi”, Lebih lanjut Sulasikin menyampaikan “Olehnya itu dikehamilan yang kedua saya ini, saya akan mulai mempraktekkan semua yang disampaikan pemateri tadi termasuk pemberian ASI eksklusif pada saat nanti bayi saya sudah lahir, serta saya juga akan mempraktekkan PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Balita) ini”. kata sulasikin dalam pemaparannya.