MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bantuan kepada para petani di masa pandemi covid-19 saat ini nantinya akan berbentuk sarana produksi (saprodi) pertanian seperti benih, pupuk, dan obat-obatan. Bantuan yang dikucurkan bukan dalam bentuk uang tunai.

Bantuan tersebut, imbuh Syahrul, rencananya akan diberikan kepada 2,7 juta petani. Mereka yang akan mendapat bantuan saprodi yakni petani serabutan, petani buruh tani, dan petani penggarap. Saat ini Kementerian Pertanian tengah mendata petani-petani yang berhak menerima bantuan tersebut. “Petani miskin yang dimaksud itu harus by name by address, untuk 2,7 juta orang. Data ini sedang dalam validasi atau disusur secara berjenjang dari mulai dari kelompok tani,” ucap Syahrul.

Menurut Syahrul, pemberian bantuan dalam bentuk saprodi juga akan diselaraskan dengan bantuan dana desa dari Kementerian Desa (Kemendes). Adapun Kemendes memberikan bantuan berupa uang tunai. Hal itu agar bantuan bisa lebih tepat sasaran dan tepat manfaat untuk mendorong produktivitas petani.

“Baik dari Mentan dan Mendes terus berembuk untuk mensinkronisasi data yang ada sehingga betul-betul datanya sama. Walaupun penjabarannya tentu Mendes memberi bantuan tunai yang langsung mungkin dalam bentuk rupiah, kalau kami dalam bentuk saprodi,” pungkasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi meminta dukungan Konstrawil, Kostrada, sampai tingkat kecamatan dan Kostratani yang ada di BPP serta didukung oleh babinsa dalam pengawalan dan pendampingan secara berjenjang.

Pengawalan dan pendampingan tersebut diantaranya mengidentifikasi verifikasi CPCL kemudian mengatur mengkoordinasikan dan memberikan arahan teknis dan administratif mengawal dan mengamankan realisasi sesuai dengan melakukan pemeriksaan administrasi dan kegiatan utamanya berita acara pemeriksaan.

Mengikuti arahan Menteri dan Kepala Badan, Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli menyerahkaan saprodi yang merupakan bantuan Program READSI di bawah Badan PPDMP bertujuan meningkatkan tingkat kesejahteraan petani.  Saprodi diserahkan kepada Poktan Mattirowali sebesar 225kg dan poktan Marisa jaya 225kg berupa benih jagung  varietas Betras 1. Yang dalam proses penyerahannya didampingi oleh Penyuluh dan Fasilitator Desa binaan READSI.

Di tengah pembatasan sosial dampak Covid-19, Program READSI tetap memberikan dukungan dan pengawalan secara langsung bagi petani di wilayah sasaran. Salah satunya pendampingan kegiatan penyaluran saprodi dan sekolah lapang di Kabupaten Tolitoli provinsi Sulawesi Tengah.