Dalam situasi dampak pandemi Covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional, Kementerian Pertanian terus mewacanakan bahwa ketahanan pangan menjadi kunci untuk menghadapi pandemi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendukung kebijakan pemerintah agar produksi pertanian tetap berjalan di tengah wabah virus corona, bahkan digenjot hingga berlipat-lipat agar bisa menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di Indonesia.

“Apalagi kata Syahrul, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional”.

Kelompok tani Program READSI Maju Bersama Desa Kalahunde Kec. Pakue Tengah Kab. Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, melakukan panen perdana di tengah pandemi awal tahun ini. Tanaman jagung yang ditanam oleh petani itu merupakan bantuan saprodi Program READSI tahun 2020, kata ketua poktan Arif Surahman kepada Fasilitator Desa dan Penyuluh Pertanian, Sabtu (09/01/2021).

Panen perdana dilaksanakan di kebun ketua poktan dengan luas lahan 0,8 Ha dengan varietas jagung NK 212 yang ditandai kondisi jagung tua dan siap untuk dipanen. Panen perdana tersebut belum maksimal karena hanya mencapai 3 Ton disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu serta gangguan hama babi di sekitar kebun. Kendati demikian petani sangat bersyukur masih merasakan hasil panen di tengah ekonomi yang sulit.

Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman sela yang diprogramkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Fasilitator Desa dan Penyuluh Pertanin terus mendorong pencapaian target tanam saat ini mengingat sarana produksi telah dimanfaatkan oleh petani khususnya anggota kelompok tani jagung,” lanjut Iin.

Di tempat terpisah Manager DPMO READSI Kab. Kolaka Utara, Ngatimo mengutarakan bahwa “agar menjadi contoh bagi kelompok program READSI lainnya untuk lebih produktif dan memacu petani dalam meningkatkan usaha pertaniannya serta memberi apresiasi yang tinggi kepada Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa dalam mendampingi kelompok tani”.

“Dalam aspek pemasaran petani biasanya menjual kepada pengumpul di desa dengan harga relatif rendah, dan kami bersama anggota mengupayakan hasil panen nantinya dijual bersama agar mendapat harga yang lumayan tinggi” ujar Arif sebagai Fasilitator Desa.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Direktur Program READSI Bustanul Arifin Caya, juga menyampaikan di tengah pandemi ini kita semua berharap tetap mengikuti protocol Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai maskerserta menjaga kesehatan.