Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kerap menekankan upaya meningkatkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Kegiatan Pekarangan  merupakan salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di masa pandemi Covid 19, maupun dalam menghadapi musim kemarau.

“Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani,” ujar Mentan SYL

Begitu banyak kegiatan pertanian yang bisa dilakukan oleh petani baik dilahan Besar tapi sangat sedikit dilahan kecil atau pekarangan rumah, Pak Abbdul Kodir salah satu anggota poktan Dulohupa Desa Ambara Kec. Dungaliyo Kab. Gorontalo yang juga menjabat sebagai bendahara Poktan Duluhupa yang tergabung dalam program READSI. Beliau memanfaatkan waktu luang  untuk membudidayakan Tanaman Seledri, tanam yang dikenal cukup sulit untuk di budidayakan di daerah panas seperti Gorontalo menjadikan tanaman ini langka di budidayakan oleh petani di kabupaten Gorontalo.

Melalui kunjungannya Fasilitator Desa Ambara Zepri uno, melakukan monitoring Pada hari Rabu, 24/02/2021 untuk kegiatan pertanian Anggota poktan yang tergabung dalam binaan Program READSI.

“Pak abdul Kodir mengungkapkan bahwa sambil menunggu tanaman jagung panen, saya memanfaatkan waktu dirumah untuk budidaya Seledri, meskipun dilahan sempit ini saya mampu menghasilkan Rupiah dari hasil menjual tanaman ini, Saya sudah bekerja sama dengan para penjual sayur keliling  memang agak sulit dalam melakukan penanaman, diawal tanam saya pernah gagal 5 kali , namun saya terus mencoba sampai saya tahu triknya ungkapnya.”

Dengan lahan sempit berukuran 6×6 disamping rumahnya bukan tidak mungkin bagi Abdul Kodir  membudidayakan Tanaman Seledri, selain sebagai petani Jagung yang menjadi komoditas utamanya.

Zepri Uno sebagai fasilitator Desa Ambara terus memberikan semangat dan pembinaan untuk tetap melakukan budidaya tanaman seledri mengigat besar peluang untuk menghasilkan dari tanaman yang masih kurang membudidayakan tanaman ini.

Perlakuan khusus mulai dari Pengolahan Tanah dalam campuranya, Persemaian, Penyiraman, perawatan khusus hingga Pemasangan Paranet untuk menaungi tanaman seledri dari pancaran sinar matahari langsung, untuk pemupukan tidak mengunakan pestisida atau pupuk kimia melainkan memanfaatkan Pupuk kandang dari hasil kotoran Sapi dan Kambing miliknya.

Program READSI melalui Fasilitator Desa terus melakukan pendampingan ditengah pandemi covid-19, semoga akan lahir lagi Abdul kodir lain yang punya kemauan dalam melakukan kegiatan Budidaya Pertanian pekarangan.