KABUPATEN GORONTALO – Penyebaran wabah virus corona yang menjamur di seluruh pelosok negeri menjadi ancaman juga momok yang mengerikan, sehingga menjadi was was setiap orang hingga para pelaku usaha  tani  di seluruh Indonesia. Banyak kegiatan terhenti sehingga mengganggu ketersedian pangan dan memutuskan roda ekonomi yang selama ini berjalan dengan baik. Berbeda dengan kelompok binaan Program READSI yaitu kelompok tani Agropolitan Jaya sangat bersemangat tak menyurutkan petani dalam berusaha tani di tengah wabah. Seperti pernyataan Menteri Pertanian, “Syahrul Yasin Limpo” yang terus menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti di tengah pandemi  Covid-19. Mentan juga berharap produksi hasil pertanian bisa stabil, dengan harapan tetap menjamin ketersedian pangan Nasional. Hal ini demi memastikan ketersediaan pangan yang justru sangat dibutuhkan di saat ini dan tidak menimbulkan panic buying di tengah wabah virus corona.

Kegiatan pertanian seperti olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa, jelas Dedi. Panen komoditas  padi varietas Cigulis dengan sistem tanam jajar yang dilaksanakan kelompok tani Agropolitan Jaya dengan secara manual oleh regu panen sehingga menghasilkan 8 ton/Ha GKP dengan luas lahan 1 Ha. Berada di desa Molowahu Kecamatan Tibawa, hasil panen yang diperoleh saat ini  merupakan salah satu dampak dari  pengaplikasian pelaksanaan Sekolah Lapangan Program READSI  di Kabupaten Gorontalo.

Sebelumnya tanaman padi pada umur 3 – 30 hari sempat mengalami kekeringan namun dapat di atasi dengan kerjasama anggota kelompok tani dalam membuat sumur suntik di lahan salah satu anggota. Hasil pembelajaran pada Sekolah Lapangan yang diterapkan pada musim tanam ini antara lain sistem tanam jajar legowo serta pemupukan secara berimbang sehingga tanaman lebih tahan hama penyakit serta kekeringan.”ungkap tim Monev Kab Gorontalo. Tidak luput dengan hal tersebut, petani juga selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga serta mematuhi protokol Covid-19  yang di barengi  asupan bergizi dan seimbang maka daya tahan tubuh dapat meningkat sehingga dapat berkontribusi di bidang pertanian pada saat  pandemi Covid-19 ini seperti pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian “Bustanul Arifin Caya”.