Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerukan walau di tengah pandemi Covid-19 Petani tidak boleh patah semangat dalam menyediakan bahan pangan, dengan mendorong semua kegiatan pertanian. Mentan mengatakan “di tengah masa pandemi Covid-19, ada dua sektor yang tidak boleh berhenti dalam situasi seperti ini yaitu sektor pertanian dan kesehatan. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah dalam menyediakan bahan pangan untuk 267 juta lebih penduduk Indonesia”.

Desa Rato’ombu merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan lage kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Jarak dari kota ke desa Rato’ombu sekitar 21 Km. Banyak potensi sumber daya alam yang ada di Desa Rato’ombu sala satunya yaitu rotan.

Akses jalan menuju ke Desa Rato’ombu membahayakan pengguna kendaraan bermotor, apalagi pada musim penghujan rawan longsor dan over kapasitas pengendara seperti truk kayu. Jalan ke Desa Rato’ombu sering dilakukan perbaikan jalan, baik dari pemerintah atau masyarakat desa rato’ombu. Akan tetapi, jalan yang telah di perbaiki kembali rusak.

Desa rato’ombu menjadi salah satu desa terpilih dalam Program READSI, sesuai arahan Mentan dalam menjalankan tugas sebagai Fasilitator Desa dan Penyuluh, Mohamad Arif dan Yan Sakaria melewati banyak tanjakan terjal dan penurunan sehingga diperlukan semangat lebih dan kerjasama baik ketika menuju desa memberikan pendampingan kelompok tani.

Salah satu poktan yang ada di desa tersebut yaitu KWT Endo-Endo dengan komoditi tanaman pekarangan. Fasilitator Desa dan Penyuluh mengamati pertumbuhan tanaman sayuran hidroponik sistem DFT bersama pengurus kelompok serta membersihkan kebun.

Harapan Fasilitator Desa dan Penyuluh adalah dengan melakukan pendampingan kepada kelompok mudah-mudahan timbulnya semangat yang lebih dari KWT dan berhasil dalam mengolah tanaman sehingga meningkatkan produksi serta dapat meningkatkan pendapatan. “Lokasi desa yang jauh dengan medan yang sulit ditempuh menambah semangat dan kebanggan kami sebagai pendamping jika KWT berhasil.”

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “jaga jarak itu wajib, hindari kerumunan juga dan jangan lupa cuci tangan, kalau bisa konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar daya tahan tubuh bagus, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, ujar Bustanul.