Latowu, 5 Februari 2021 – Program READSI tidak hanya mendukung ketahanan pangan lewat dukungan bagi kelompok tani di wilayah sasaran, READSI juga mendorong pemenuhan gizi keluarga lewat keterlibatan perempuan tani. Sasaran Program juga berfokus pada kelompok tani pemanfaatan pekarangan. Dengan harapan para wanita tani dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi 1000 hari pertama kehidupan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menekankan dalam menjaga ketahanan pangan bisa dimulai dari pola pemanfaatan pekarangan. Pekarangan Pangan Lestari dapat digalakkan dalam mendukung kebutuhan pangan, gizi keluarga serta obat-obatan keluarga.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi menekankan bahwa bentuk mendukung pertanian bisa dimulai dengan lahan yang sempit di pekarangan rumah. Dedi juga selalu menegaskan bahwa, “Seluruh insan yang terlibat di Pertanian harus tetap ikuti protokol pencegahan Covid-19. Pertanian tidak boleh berhenti, karena pertanian perannya sangat vital di tengah pandemi seperti saat ini”.

Fasilitator Desa Latowu, Adriana Buangin menekankan bahwa timbul semangat dari para wanita tani setelah adanya dukungan Program READSI. “Ditahun pertama dan kedua banyak sekolah lapang pemanfaatan pekarangannya, sekarang sudah masuk ke saprodi, itu jelas sangat membantu dan memberi semangat lebih bagi seluruh anggota kelompok”.

Ibu Rahmatia, selaku Ketua Poktan Harapan Kita menuturkan bahwa READSI sangat berperan aktif dalam mendorong keterlibatan wanita tani di Desa Latowu. “Saya dan anggota lain sangat bersyukur, apalagi sudah bisa memanfaatkan saprodi yang diberikan dari Program READSI, dan sekarang sudah bisa menikmati hasil tanaman sayur-sayuran”, ujar Rahmatia.

Bersama Penyuluh Pertanian setempat, Adriana Buangin terus mendorong ibu Rahmatia dan seluruh anggota kelompok untuk memasarkan sebagian dari hasil tanaman sayuran yang diproduksi. FD juga berupaya untuk terlibat langsung dalam membantu memasarkan tanaman seledri ibu Rahmatia  lewat media online. Dengan harapan hasil dari pemasaran tersebut bisa dijadikan modal lagi untuk membeli bibit dan keperluan media tanam seperti polybag dan yang lainnya.

“Harapan saya selaku FD dengan cara ini para wanita tani semakin semangat dalam memanfaatkan pekarangannya untuk memenuhi gizi keluarga dan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pencarian uang untuk dapat membantu ekonomi keluarga”, tambah Adriana.