Luwu-Tim Leader Tenaga Ahli  Pemberdayaan Masyarakat Program READSI Kabupaten Luwu dalam rangka  kunjungan supervisi ke Lokasi wilayah Pengembangan  Pertanian dan Matapencaharian di Perdesaan) Poktan Saga 1 Desa Saga dan Poktan KWT Sakura Desa Tallang Bulawang Kec Bajo Kab Luwu, 4/05/2021.

Pada kesempatan kunjungan dimaksud, Tim Leader Tenaga ahli pemberdayaan Bapak Wahyuddin Kessa didampingi oleh Koordinator Tenaga Ahli DPMO, Bapak Andi Amrullah dan Manager READSI DPMO Bapak Jumardin. Serta beberapa Fasilitator Desa yang mengikuti kunjungan supervisi tersebut. Tujuan kunjungan adalah melakukan supervisi awal kegiatan READSI yang telah beralngsung di tahun 2020.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja,” katanya. Ia menegaskan kuncinya adalah harus fokus dan paham secara jelas dan detail apa yang dikerjakan dan target.

“Pahami medannya, pahami siapa orang-orang yang harus dikenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerja sama yang baik,” papar Syahrul.

“Olehnya itu dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antar mitra dan stake holder dilapangan, Program ini juga mempunyai banyak komponen selain diharapkan bisa memperkuat kelembagaan petani juga bisa menumbuhkan regenerasi petani.

‘’FD itu harus bekerja dengan ikhlas dan mengevaluasi diri apa yang FD telah berikan untuk suksesnya program READSI ini, juga sebaliknya apa yang telah diberikan oleh Program kepada anda, bagaimana FD memberikan penguatan kelompok dan menciptakan gimana supaya anggota membutuhkan namanya kelompok sehingga merasakan manfaat berkelompok ”pungkas  Wahyuddin.

Fasilitator Desa Lalong Dewi Sartika menyampaikan bagaimana kiat-kiat yang telah dilakukan sehingga anggota kelompok termotivasi melakukan simpanan anggota, jumlah simpanan anggota poktan Desa Lalong per 30 April sebesar  Rp. 65.513.000,-.

Fasilitator Desa Tallang Bulawang Nirwana Mangaribi menyampikan bahwa KWT Sakura sudah bisa melakukan kegiatan Simpan Pinjam, dengan memupuk modal dari simpanan anggota yang tiap melakukan melakukan pertemuan sekaligus melakukan simpanan.

Kepala Desa Saga memaparkan potensi yang ada di Desa Saga serta menyampaikan kurangnya alsintan di desanya, bahwa untuk kegiatan Inprastruktur sderhana dari program READSI sebesar 100 juta  diperuntukkan untuk jaringan Irigasi, dan anggaran Desa disiapkan 50 juta untuk menambah sehingga panjang saluran lebih bertambah.

Ketua poktan Saga 1 menjelaskan bahwa anggota banyak memperoleh pengetahuan dari kegiatan Sekolah Lapang, dan sudah diaplikasikan di lapangan, diantaranya petani sudah bisa membedakan yang  mana hama yang mana predator dan kapan waktunya dilakukan pemupukan, lalu manfaat pertanaman serentak. Dengan adanya program ini kita patut bersyukur bahwa banyak kelompok tani yang tidak mendapat program seperti ini sehingga kita harus memaksimalkan keberhasilan program READSI.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya selalu mengingatkan agar seluruh tim READSI dan Petani maupun Penyuluh Pertanian dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga lewat protokol kesehatan dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19. “makan-makanan seimbang, jangan lupa cuci tangan dan usahakan konsumsi vitamin/jamu agar meningkatkan imunitas tubuh kita, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.