Luwu Timur – Syahrul Yasin Limpo menyerukan bahwa pertanian harus tetap berjalan ditengah pandemi. Pertanian menjadi salah satu sector yang dapat menjadi penentu dikala sector lain terdampak Covid-19.

Oleh karena itu, Kementan terus bekerja keras memacu percepatan tanam demi menjamin ketersediaan bahan pokok aman ditengah pandemi.

“Tetapi dibalik Corona kita tetap harus makan. Saya takut Corona, tetapi saya lebih takut apabila saya menemukan orang mati kelaparan, kita dorong semua lapisan pengambil kebijakan untuk memastikan ketahanan pangan”, tegas SYL.

Diakui Dedi Nursyamsi, Kepala Badan PPSDMP bahwa tugas penyuluh dalam masa pandemi Covid-19 tidak mudah. Penyuluh bersama petani harus memastikan produksi pertanian tidak berhenti, bahkan Kostratani juga akan mendorong percepatan masa tanam sebagai mitigasi kekeringan.

“Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,” tuturnya.

Pertanian punya kaitan erat dengan tradisi di suatu tempat, seperti yang biasa dilakukan masyarakat di Luwu Timur Sulawesi Selatan. “Tudung Sipulung adalah tradisi yang dilakukan masyarakat kita, untuk menyambut musim tanam” ujar Faisal Usman Fasilitator Desa (FD), program READSi di Desa Jalaja, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kegiatannya seperti ramah tamah, lalu petani sampai kepala desa duduk bersama, untuk menentukan bersama jadwal musim tanam, panen sampai benih yang akan di pakai bersama lanjut Faisal (26/11) dan sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi kegembiraan setelah selesai berembuk, tudung sipulung  di akhiri acara makan bersama dengan sajian yang beraneka ragam, seperti. Kapurung (makanan khas daerah yang terbuat dari sagu), Sokko (makanan dari beras Ketan) dengan sayuran serta lauk yang beranekaragam.

Sumber: Faisal Usman, FD Desa Jalajja Kabupaten Luwu Timur