Buol – Desa Pujimulyo salah satu desa binaan Program READSI, sejak Bulan Oktober 2019 fasilitator Desa (FD) Bpk Andi, S.S.Pd bersama Petugas Penyuluh Pertanian Bpk Busman, S.Pt melakukan pendampingan membentuk kelompok tani berdasarkan komoditi difasilitasi oleh Kepala desa Ibu Ratna, S.Sos.

Melalui proses Sekolah Lapang (SL) dan pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) “Lestari” dengan cara musyawarah kelompok serta gotong royong FD menggunakan alat kaji Participatory Rural Apraisal (PRA). Setelah melalui proses musyawarah dengan menggunkan alat kaji PRA ditentukan peraturan kelompok dan rencana kegiatan untuk Tahun 2020 dan 2021, salah satu yang termasuk di dalam rencana kegiatan kelompok adalah melakukan simpan pinjam, tabungan dan pembagian THR pada pengurus dan anggota kelompok dari dana jasa tabungan anggota kelompok.

Sejak bulan Januari 2020 pengurus kelompok melalui musyawarah telah menetapkan dalam AD dan ART jumlah simpan di kelompok, dengan jumlah yang disepakati sebagai berikut Simpanan Pokok Rp 25.000/orang sedangkan Simpanan Wajib Rp 10.000/orang/2 minggu dan Simpanan Sukarela minimal Rp 5,000 sampai dengan maksimal Rp 25.000/orang/2 minggu

Didalam AD dan ART tertulis bahwa dana yang telah disimpan nanti di bulan kedua baru bisa dipinjamkan kepada anggota dengan aturan yang berlaku apabila anggota belum dapat mengembalikan pinjaman pokok bisa membayar bunganya terlebih dahulu dan pokok kemudian. Sampai bulan April 2021 dana yang telah dipinjam oleh anggota sejumlah Rp 12.000.000. sisa saldo khas simpan pinjam sampai saat ini Rp. 11.876.000.

Menjelang hari Raya Idul Fitri melalui rapat kelompok diputuskan bahwa dana bunga jasa pinjaman itu dibelikan bahan pokok seperti indomie, mentega, beras, minyak, susu, dan tepung yang akan dibagi pada anggota Kelompok Wanita Tani Lestari  yang beranggotakan 24 orang. Bantuan THR itu sudah didistribusikan kepada pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani “Lestari” di balai desa tersebut sehingga para anggota kelompok sangat antusias dan bersemangat dalam kebersamaan dan dampingan dari seluruh pihak terkait.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Direktur Program READSI Bustanul Arifin Caya,   juga menyampaikan di tengah pandemi ini kita semua berharap tetap mengikuti protocol Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga keseahatan juga konsumsi makanan yang bergizi. tenaga kontrak harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan berperan menghasilkan sumber daya pertanian yang mandiri.