KABUPATEN GORONTALO – Pandemi Covid-19 cukup berdampak pada penggunaan anggaran terutama di tingkat pemerintah daerah karena adanya realokasi anggaran. Hal ini juga ikut memberikan pengaruh di sektor pertanian yang menjadi ujung tombak Petani. Dalam rapat internal Bupati Gorontalo tetap menegaskan bahwa pertanian di Kabupaten Gorontalo harus tetap berjalan. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertanian dalam satu kesempatan.“Kegiatan percepatan tanam, olah lahan dan panen harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, demi menjaga ketersediaan pangan Nasional kedepannya”, Tegas Mentan. Dalam hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo mengupayakan agar beberapa kegiatan strategis tetap berjalan, khususnya program READSI.

Pada Jumat, 2 Oktober yang lalu, bertempat di ruang rapat Dinas Pertanian, Mohamad Nasrudin Isa, selaku Manager READSI menggelar rapat bersama Penyuluh beserta Fasilitator Desa guna membahas RUA dan RUK yang akan menjadi Start up Package untuk diberikan kepada Petani penerima Manfaat Program READSI. Penyusunan Rencana Usaha Anggota (RUA) dan Rencana Usaha Kelompok (RUK) menjadi dasar pengajuan anggaran ke Pemerintah Daerah yang akan diterima ke rekening kelompok berdasarkan daftar nama kelompok yang tercantum dalam surat keputusan Bupati.

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi Poktan mengingat Start up Package adalah hal yang ditunggu – tunggu. Rencana realisasi RUA dan RUK ini merupakan bentuk tindak lanjut dari pertemuan Manager READSI, tim Leader yang diwakilkan oleh Bapak Wahyudin Kessa Bersama Kepala Bidang Anggaran Dinas Keuangan Daerah Kabupaten Gorontalo. Dalam pertemuan tersebut, Bapak Haryanto Manan selaku Kepala Bidang Anggaran memberikan ruang bagi READSI berupa bantuan anggaran sebesar 1 Milyar untuk dipacu realisasinya pada 2 (dua) minggu pertama di bulan Oktober. Jika hal ini bisa terlaksana, maka pemerintah daerah bisa memberikan lampu hijau untuk pencairan anggaran selanjutnya.

Pada rapat tersebut juga ikut dibahas mengenai hasil monitoring dan evaluasi di laboratorium Lapang (LL) terkait kegiatan READSI. Hasil monev menyebutkan bahwa sudah sebagian anggota kelompok yang menanam untuk Kelompok Padi dan Non Padi sehingga Start Up Package untuk Padi dan Non Padi baru bisa direalisasikan pada musim tanam berikutnya. Berbeda dengan komoditi Perkebunan, Hortikultura dan Pekarangan, realisasi Start up Package bisa segera direalisasikan karena jadwal musim tanam yang bisa menyesuaikan.

Walau Mentan menegaskan bahwa kegiatan pertanian harus tetap berjalan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya berpesan agar seluruh tim, terlebih petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “panen, tanam, harus tetap dilakukan tapi tetap ikuti protocol keamanan bagi kesehatan, jangan lupa cuci tangan, jaga jarak, pakai masker serta konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, ujar Bustanul.