KALIMANTAN BARAT – Kementerian Pertanian memaksimalkan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas SDM. Termasuk mendampingi petani mewujudkan kerja berkelompok di salah satu wilayah lumbung pangan Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan pangan di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta para penyuluh pertanian untuk secara aktif mengawal dan mendampingi petani. Peran penyuluh, menurut Mentan Syahrul sangat penting dalam meningkatkan produktivitas petani.

“Sesuai dengan arahan Presiden RI, kita harus menjamin ketersediaan pangan seluruh rakyat Indonesia. Ini berarti kebutuhan makanan 270 juta rakyat Indonesia wajib kita kawal, tidak boleh terganggu sama sekali,” katanya.

Peran penyuluh dan fasilitator desa pendamping memang vital dalam pembinaan kepada petani guna memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan, memfasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BBPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan Coaching dan optimalisasi peran Penyuluh dan Pendamping perlu dilaksanakan.

“Khususnya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guna mengoptimalkan kegiatan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan kepada petani sampai wilayah pelosok,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, BPPSDMP melalui Program READSI hadir di 6 provinsi dan 18 kabupaten dengan mengedepankan pendampingan poktan melalui peran personel Penyuluh dan Fasilitator Desa. Pendampingan poktan menuju kemandirian menjadi target utama READSI dalam pelaksanaan program di daerah, khususnya daerah remote dengan sasaran petani miskin.

Peningkatan kemampuan petani dan penguatan kelembagaan petani dapat dicapai diantaranya melalui pertemuan-pertemuan berkala. Yang dimaksud dengan pertemuan berkala bagi petani/pekebun adalah pertemuan petani dalam wadah kelompok tani yang dihadiri oleh para pengurus atau antara pengurus dengan anggota kelompok tani di suatu tempat pada waktu tertentu sesuai dengan aturan dan agenda yang telah disepakati.

Kelompok tani merupakan wadah sarana komunikasi dan koordinasi antar Petani. Peningkatan kemampuan petani dan Penguatan kelembagaan ini salah satu misi dari program READSI.

Seperti pertemuan dan membuka lahan bersama  yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Karya Batu Bejamban  komoditi Pekarangan Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten  Sambas Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh  Fasilitator Desa dan Penyuluh serta anggota poktan. Pada pertemuan ini diagendakan  untuk membuka lahan, pembuatan bendengan Bersama dan menabung.

Ketua KWT Batu Bejamban ibu Herdiana  menjelaskan bahwa dengan adanya pendampingan dari Fasilitator Desa dan Penyuluh sehingga  kelembagaan dan kelompok dapat berjalan dengan lebih baik.

“Dengan adanya bantuan Program READSI ini seperti pembinaan, sekolah lapang, pelatihan dan saprodi,. Harapan saya juga di adakan pelatihan pengepakan yang lebih baik lagi agar kualitas hasil olahan yang kita kerjakan meningkat nilainya,”tambah Herdiana.

Jumadi sebagai Fasilitator Desa mengungkapkan bahwa banyak perubahan KWT setelah mengikuti pembinaan dari program READSI. Besar harapan saya untuk kedepannya poktan harus memaksimalkan program ini sebaik-baiknya.